Sunday, September 21, 2008

Beyond the Beyond

Pernah dengar? Mungkin ada yang sudah, juga ada yang belum.

Nah, kali ini aku ingin menulis Beyond the Beyond atau bahasa jepangnya: Sono Mukou no Mukougawa karya Yoshitomo Watanabe.

Ceritanya tentang Futaba Kudou, kelas 6 SD. Dia mempunyai kakak-kakak yang sangat protektif kepada dia. Futaba sendiri kurang suka harus diperlakukan seperti anak kecil. Suatu hari, dalam perjalanan pulang sekolah, dia bertemu dengan seorang Amaranthine, bernama Kiara.

Amaranthine adalah roh bunga yang paling kuat diantara semua roh bunga lainnya. Karena itu, Kiara sering dikejar oleh banyak orang. Dia sendiri sedang mencari sang tuan yang memanggil dia. Dia salah mengira tuan itu adalah Futaba. Kemudian, Futaba ke dunianya untuk membantunya mencari sang tuan ini. Mereka berpetualang bersama Bel-Bel san, penyihir dan pangeran dari Virigian, Virid.

Komik ini ada 6 jilid semuanya. Sekarang, komik ini sudah tidak ada lagi di Indonesia. Kalaupun ada, pasti sulit sekali mencarinya. Aku sendiri hanya mempunyai sampai jilid 3. Di Jepang sudah sampai jilid 5. Padahal, komik ini sudah keluar sejak lama sekali. :((

Namun bagi kalian yang penasaran dengan ceritanya, kalian bisa membacanya di http://www.mangafox.com/page/manga/series/473/beyond_the_beyond/. Jika kalian ingin melihat promo videonya, kalian bisa membuka Youtube dengan mengetik "Beyond the Beyond Promo Video". Dengan catatan, bila kalian membuka mangafox, kalian hanya membaca chapter-chapter sampai jilid 3. Dan bahwa promo video itu betul-betul hanya promo video. Karena Beyond the beyond belum dibuat animasinya. Sayang, neh?

Kalau kalian menonton video itu, kalian bisa lihat betapa banyaknya orang yang kecewa karena komiknya baru terbit sampai jilid tertentu saja di negaranya. ~^_^~

Monday, September 15, 2008

Sejarah 'Super-Singkat' Remote Control

Remote Control adalah alat yang paling berguna saat kita menonton TV. Remote Control dipakai untuk mengendalikan mainan anak-anak. Remote Control juga dipakai kalau kita mau nonton VCD dan DVD. Tapi itu sekarang.

Dulu, Remote Control dipakai pada Perang Dunia ke 2. Setelah perang berakhir, dunia industri mencoba menerapkannya pada pesawat televisi dan memproduksinya secara massal. Tahun 1952 diproduksi Remote Control bernama Lazy Bones dari perusahaan Zenith. Lalu tahun 1955, ada lagi yamg namanya Flash-O-Matic dan Space Command yang juga dibuat Zenith.

Tapi, di mana-mana, yang namanya 'barang zaman dulu' jelas lebih sederhana dan mempunyai beberapa kekurangan. Tidak terkecuali Remote Control. Lazy Bones, misalnya. Remote ini masih memakai kabel yang tersambung ke TV-nya. Flash-O-Matic bentuknya seperti lampu senter yang sinarnya harus mengenai tepat di TV. Kalau meleset, nggak bisa terpakai. Dan Space Command memakai gelombang ultrasonic yang mengganggu pendengaran anjing. Kalau dipakai, anjing jadi menggonggong. Sampai akhirnya, semua kekurangan ini diatasi memakai sinar Infrared seperti yang dipakai Remoe Control yang kita kenal sekarang.