Monday, May 31, 2010

The War Begins!

Hari pertama ujian....matematika bikin suntuk! Dan gw lupa ngumpulin sesuatu (males nyebutnya, soalnya ceritanya bakal panjang. Intinya, semacem catatan ato tugas) yg harusnya paling lambat dikumpul hari ini ke guru gw...moga2 besok masih bisa....

For tommorow! Harus berjuang!! Pkn Geo! Fight!

Thursday, May 27, 2010

Kenangan Setahun

So many memories with my dearest friends....

Dengan sebuah kamera hitam
tergantung melingkar di lehermu yang putih
kita abadikan kenangan dan persahabtan kita
dalam foto.

Dan akan kuabadikan rasa itu
dalam relung hatiku yang terdalam
dalam laci - laci kecil di dalam kepalaku
tak akan kulupakan.

Jangan menangis!
Hari ini adalah hari untuk tertawa
Ayo lupakan segala masalah
Mari kita singkirkan itu untuk nanti
Hari ini adalah hari untuk berbahagia
Jangan kau biarkan kesedihan
Menghapus kebahagiaan

So many memories....

Tak terasa waktu telah berjalan
Rasanya seperti baru kemarin
Semua ini berawal
Tiba - tiba aku berdiri di dekat akhir
akankah kuucapkan selamat tinggal?
atau selamat berjumpa?

(I dedicated this for my friends...whom I love so much.)

Tugas Segunung, Ulangan Numpuk. Awal dari Perang.

OMG.... Hei! Besok libur dua hari.... Senin ujian! The war begins! Biarin kata orang sekolah gw telat ujian. Ujian tetep ujian. Perang tetep perang. Tapi menjelang perang ini, gw rasanya uda bakal tepar... tahu kenapa?

1. Menjelang "perang" menghadapi soal - soal dari guru - guru kepo, nyolot, dan rese, kita dikasih makan segunung tugas. Gw tekenin di kata SEGUNUNG TUGAS. Tugas - tugas gila, dan bakal bikin gw gila rasanya.... contoh: Untuk kimia, buat 3 soal PG (SFX: "3 soal doang? cemen...") masing - masing untuk 26 indikator (SFX: suara jantung berhenti, suara lengkingan kayak di film - film horor) yang berarti, kita sebetulnya buat 78 soal kimia!!!!!!!! (SFX: lagu kematian). Hahah (ketawa masam). Dan itu harus dikumpul besok. BESOK. "Lha trus napa gak dikerjain dari kemaren - kemaren?" Yah, ada dua alesan, alesan keduanya bakal gw jelasin nanti, tapi alesan pertamanya gara2 anak kelas gw yang ngasih tau soal tugas sialan ini telat ngasih tau, dan baru dikasih tau hari Sabtu kemaren.

Buat matematika, gw harus buat 3 soal (SFX: lagi??) untuk satu SK ato 3 KD ato belasan indikator dengan kata lain!!! OMG...... dan sebelum2nya (uda selesai tapi) ada ekonomi, bi, dll dll.

2. Dan bukan cuma tugas. Juga ulangan2 yg sumpah super banyak. Ul ekonomi, ul bio, ul fisika, ul kimia, ul geo, remed ppkn, remed kimia.... nah. ini adalah alesan kedua gw kenapa gw bisa ampe ga sempet ngerjain tugas kimia terkutuk itu.

Jujur aja, selama dua hari ini (kemaren dan hari ini), gw bener2 frustasi dan sempet nangis ampe 2x. Sebelumnya waktu gw SMP kelas I, ada kejadian yg mirip2 gini, tapi waktu itu bener2 masih sangat mending dibanding sekarang bo.... Ga pernah ampe bikin gw nangis gara2 frustasi (yg jadi ngingetin gw sama si Hannah Abbot di Harry Potter and the Order of Phoenix). OMG..... gw jadi takut, panik. Gw jadi bertanya - tanya, salahkah gw kalo sekarang gw panik dan takut sekarang?

Apapun deh. Yang gw lakuin sekarang just for refreshing....dari semua hal gila ini.

Tuesday, May 25, 2010

Balada Tugas - Tugas

Hei ho! Hari tiada henti...
Matahari tadi bersinar, kini telah pergi
Digantikan bulan dan bintang
Hei ho! Kini waktunya aku bergadang

(Hoi Hoi! Tunggu! Kenapa kau bergadang?)

Hei ho! Aku duduk di depan pisi
Memencet tuts - tuts hitam, mengklak klik tikus putih
Mataku terpaku pada layar
Menatap barisan teks dan gambar

Hei ho! Ya! Ya!
Aku bergadang mengerjakan
Segunung tugas dari bapak ibu guru tercinta.
Ada biologi, ada ekonomi. Ada kimia dan bahasa indonesia

Hei ho! Segunug tugas! Segunung tugas menumpuk!
Kini aku kebut mengejar! Harus selesai meski harus tepar!
Karena sebentar lagi ujian akhir datang!
Dan nilai - nilaiku harus tuntas! Harus naik kelas! Hei ho!

Peace

Hinaan dan cela ditelan olehnya. Makian kasar menampar wajah dan menusuk hatinya. Wajahnya dingin tanpa ekspresi. Matanya seperti pembunuh yang sudah siap membunuh. Di dalam hatinya, kemarahan berkobar - kobar, siap menelan sang penyulut api. Tuduhan - tuduhan diterimanya dalam diam. Ia tahu, tak ada guna untuk melawan semua itu. Namun, wajahnya menunjukkan kemarahan yang sangat jelas. Sakit hati yang terukir di wajahnya. Hatinya memaki - maki, mendendam. Tahu apa mereka? Tak ada...tak ada seorang pun yang tahu! Mereka hanya manusia - manusia yang munfaik. Mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan. Mereka hanya menindak seseorang tanpa melihat ke dalam dirinya, bukan? Ia tertawa pahit. Kemarahannya digantikan ketenangan. Perubahan itu secepat berhembusnya sang angin. Secepat cahaya yang melintasi ruang - ruang di angkasa. Yah, biarlah... biar mereka melakukan hal itu. Yang terpenting, ia tetap dirinya sendiri. Yang penting, ia tetap dan memiliki alasan untuk hidup. Ia tidak berakhir seperti manusia kehilangan harapan yang membunuh dirinya sendiri. Bukan?

Dan bersama pikiran - pikiran itu, ia tersenyum, dan berjalan. Melanjutkan petualangannya. Ke mana ia pergi, hanya langit yang mengawasi, yang tahu. Hanya angin, yang berjalan bersamanya, yang tahu...

Friday, May 21, 2010

Awal dan Akhir

Setiap awal selalu memiliki akhir
Tapi kapan, dan seberapa jauh
hanya Tuhan tahu-menahu.
aku, kau, kita semua
hanya menapaki jalan itu
kita pilih jalan kita
jalan yang begitu panjang
Terkadang menyakitkan
Terkadang menyenangkan
Itu semua adalah awal juga
akhir untuk awal
Ya, kapan selesainya?
Rasanya untuk selamanya.

Wednesday, May 19, 2010

Anak - Anak Jalanan

Indonesia, tanah airku...
Tanahnya kaya dan subur
Alamnya indah mengundang desahan
Budayanya mendengungkan kekaguman
Namanya terdengar sampai ke ujung bumi

"Sungguh subur negeri itu!"
"Rakyatnya pasti hidup makmur!"
"Rakyatnya pasti hidup sejahtera!"
Begitulah kata mereka.
Seharusnya.

Namun apa yang kulihat dengan mata
Semua hanya seperti bukti bisu
Atas derita jutaan anak jalanan Indonesia

Jutaan anak jalanan
Hidup mengemis dan mengais
Mencari makan untuk bapak, ibu, dan saudara
Berharap dapat pendidikan
Kapan impian dan doa kan terkabul....
Sang anak bertanya pada bintang - bintang
Anak - anak jalanan
Mereka hidup di gorong - gorong dan lorong - lorong gelap
Bergantung pada kekejaman nasib...

(Kata orang, anak adalah cerminan masa depan
Inikah masa depan Indonesia?)

Saturday, May 15, 2010

Kisah Cinta Tragis

Kisah cinta yang tragis itu banyak di dunia ini. Dan aku ingin membahas dua di antara mereka, karena kisah mereka memiliki kemiripan. Sebutlah saja, yang paling terkenal dan tetap dikenal sampai sekarang, Romeo and Juliet, karya Shakespeare. Dan, bagi yang membaca D.N.Angel, kisah Elliot dan Freedrett pada volume 6.

Mereka memiliki pola yang sama. Suatu hari mereka bertemu, lalu jatuh cinta. Suatu hari, salah seorang di antara mereka mati. Kemudian karena berduka, pasangannya bunuh diri. The End.

Aku terkadang bingung ketika menyaksikan atau membaca cerita - cerita di atas, yang kusebutkan tadi. Entah apakah yang mereka lakukan itu bodoh atau pintar.

Ambilah contoh kisah Romeo dan Juliet. Cinta Romeo dan Juliet tentu tak akan disetujui oleh kedua orang tua mereka, yang saling bermusuhan. Kemudian, ketika Juliet pura - pura meninggal, Romeo mengira dia benar - benar meniggal (wajar sih...) dan kemudian bunuh diri. Aku bertanya - tanya dalam hati. Seandainya pun jika Juliet benar - benar meninggal, kenapa Romeo harus bunuh diri? Mengapa ia tidak berjuang untuk hidup? Apakah ia sudah benar - benar kehilangan alasan untuk hidup? Bukankah keluarga dan sahabat - sahabatnya sendiri akan bersedih? Mengapa ia tidak memikirkan perasaan mereka?

Lalu, seandainya Romeo kemudian meninggal dan Juliet terbangun. Ia begitu bersedih. Begitu sedihnya sampai - sampai akhirnya ikut bunuh diri dengan Romeo. Bagiku, itu juga hal yang konyol, dengan alasan seperti di atas.

Namun, setelah merenungkan hal itu, aku berpikir. Tapi bukankah dengan kematian mereka, keluarga Montague dan Capulet berdamai? Apakah ini yang disebut sebuah pengorbanan? Tapi rasanya benar - benar menyedihkan bukan, kalau harus mengorbankan sebuah cinta yang ada di dunia untuk perdamaian?

Yah, aku membahas Romeo dan Juliet di sini, namun, pendapatku mengenai kisah Elliot dan Freedrett sama saja. Elliot sudah hidup kembali dengan nyawa pemberian Freedrett. Dengan kata lain, bila ia mati, sia - sia saja pengorbanan kekasihnya itu. Tapi begitu terbangun, dan mengetahui fakta itu, dia masih menusuk dirinya dengan pedang dan meninggal. Dasar bodoh!

Namun, meski aku berkata demikian, aku bisa mengerti sedikit mengapa mereka melakukannya. Ketika mencintai seseorang, kita tidak bisa hidup tanpa dirinya. Bagi kita dan mereka dalam kisah itu, pasangan mereka adalah nafas mereka, dan hidup mereka. Bila itu dicabut, alasan mereka untuk hidup sama saja dengan tiada. Hanya saja, akal sehatku tidak bisa menerima itu. Bagiku nonsense untuk bunuh diri karena cinta. Mengapa kita tidak mencoba menemukan alasan untuk "hidup" kembali?

Saturday, May 8, 2010

Luka, Kehampaan, dan Kegelapan

Kasih...
Kau bagai pelita di dalam
kegelapan
Kau bagai bintang terang
di saat malam
Kau bagikan...
Yah, bagaikan nafasku, hidupku

Namun saat ini kau hilang
Kemana kau hilang?
Di mana kau berada?
Kasih...
Kini aku dalam kegelapan
Kini aku bagai beling
Yang menjadi kepingan - kepingan kecil
Hatiku seperti tertusuk jarum - jarum kecil
Memikirkanmu...

Kasih, kapankah ku dapat
bertemu denganmu kembali?
Kapankah aku dapat melihat dirimu,
mendengar suaramu
tenggelam dalam bola matamu
merasakan kehangatan dalam pelukanmu?

Setiap malam aku menangis
Membasahi bantal dan tempat tidur
Tiada hari tanpa aku memikirkanmu
Luka di hati ini kehilanganmu
Seperti...
Lubang menganga menghisap kehampaan.

Kasih...aku kini dalam kegelapan.
Kehilangan.
Nafas dan jiwaku seakan terbang
bersamamu.
Kini...aku bagai selongsong kosong.

Thursday, May 6, 2010

Suatu Pagi, Di Sekolah

Pagi hari
Langit biru
Bagai selimut
Seperti kebebasan abadi

Awan putih dan lembut
bak kapas dan kain sutra
Seperti apa rasanya?
Di atas kelembutan itu

Cahaya mentari
Mengintip di balik atap
Bersinar lembut
"Selamat Pagi!" katamu.

Angin pagi
Dingin, sejuk, lembut.
Membangunkan dedaunan
Menyapa wajahku yang dingin

Suara burung
Berciap - ciap bersuka cita
Pohon - pohon hijau
Daunnya bergoyang menari
Bersama angin

Lagu pujian berkumandang
Doa - doa yang dipanjatkan
Seruan syukur dan bahagia diserukan
"Tuhan, terimakasih atas pagi
yang indah dan cerah ini."

Kamarku, Istanaku

Bantalan empuk guling di kaki
Seprai merah Winnie the Pooh menghibur hati
Boneka - boneka semasa kecil yang masih menemani
Suara deru kipas angin
Anginnya membuat aku terkantuk - kantuk

Kamarku kamar istimewa
Disinilah aku dapat menghibur diri
Disinalah aku menyimpan harta
Disinilah aku beristirahat di malam hari
Disinilah aku bisa bermalas - malasan.

Kamarku tidak seperti kamar yang lain
Baju bekas bertumpuk di kursi
Televisi hitam kuno mati tak terpakai
Meja belajar penuh barang - barang
Ya, kata orang kamarku kapal pecah.

Namun siapa yang peduli?
Hei! Kamarku istanaku
Disinilah aku akan mendapat privasi
Disinilah aku menyimpan rahasia
Disinilah aku memikirkan beragam hal.

(Di kamar, sore hari)

Wednesday, May 5, 2010

Hidupku itu...

Hidupku ini memang penuh kejutan

Sekolahku

Guru - guru galak dan bawel
Yang mau tahu dan ikut campur melulu
Yang baik hati dan yang tak berbelas
Yang keras kepala dan tegas
Yang aneh dan gila

Kelasku

Yang selalu penuh kebisingan
Jeritan melengking dan gebrakan meja
Teriakan marah - marah dan tawa gembira
Nyanyian sumbang dan manusia berkejar - kejaran
Yang "aneh dan gila" ada semua.

Keluargaku

Ayahku yang gendut namun baik hati
Ibuku yang gaptek, galak, dan berisik namun seperti ibu peri
Kakakku seniman calon sutradara yang kubanggakan
Juga bonekaku tersayang sejak kecil dulu
Dan buku - buku di kamarku yang menemani aku

Sahabat - sahabatku

Yang kocak dan pelit
Yang pintar dan keras kepala
Yang gila, lebay, dan alay
Ha! Yah, aku banggakan mereka!

Hei! dan aku sendiri!

Yang kata orang aneh dan lebay
Yang kusebut pemalas dan kutu buku
Yang cantik di luar namun "gila" di dalam
Narsis? Yah, mungkin!
Karena aku cinta diriku sendiri.

Hidupku memang penuh kejutan!

Untuk Sahabatku....

Hei...untukmu yang kusayangi
kutulis ini untukmu,
Sahabat terbaikku.

Kau yang menemani aku dalam kesendirian
Memberi warna baru dalam hidupku
Menopangku ketika aku terluka
Tertawa bersamaku saat gembira

Sungguh, sahabat.
Tak kutahu, apa yang akan terjadi
Jika kau tak ada di sisiku
Diriku yang rapuh ini?

Terima kasih sahabat...
Sungguh, kau adalah penopangku.
Kini, akan kutopang dirimu
Ketika kau tertunduk dalam kehampaan
Jangan menangis, jangan bersedih...

(Tuhan, terima kasih kar'na Kau berikan
Sahabat yang begitu baik untukku)

Sajak Cinta

Debar - debar ini
Perasaan manis di hati

Rasa nyeri ini
Rasa sakit di hati

Wajahmu membayangi mimpi
Setiap kata dan emosi

Aih. Sudah gilakah aku?
Rasanya tidak seperti dulu

Hasrat ini. Untuk menggenggam tanganmu.
Untuk bersamamu. Untuk memilikimu. Normalkah ini?

Entah. Aku tak tahu
Belum pernah aku merasakan ini.

Hei, aku tak tahu kapan aku merasakannya.
Aku tak tahu bagaimana harus kuungkapkan perasaan ini...padamu.
Maka kutuangkan dalam sajak cinta ini

Untukmu, yang ingin kucintai.
Untukmu, yang kuharap membalasnya.
Untukmu, kasih.