If
If you can keep your head when all about you
Are losing theirs and blaming it on you;
If you can trust yourself when all men doubt you,
But make allowance for their doubting too;
If you can wait and not be tired by waiting,
Or, being lied about, don't deal in lies,
Or, being hated, don't give way to hating,
And yet don't look too good, nor talk too wise;
If you can dream - and not make dreams your master;
If you can think - and not make thoughts your aim;
If you can meet with triumph and disaster
And treat those two imposters just the same;
If you can bear to hear the truth you've spoken
Twisted by knaves to make a trap for fools,
Or watch the things you gave your life to broken,
And stoop and build 'em up with wornout tools;
If you can make one heap of all your winnings
And risk it on one turn of pitch-and-toss, And lose, and start again at your beginnings
And never breath a word about your loss;
If you can force your heart and nerve and sinew
To serve your turn long after they are gone,
And so hold on when there is nothing in you
Except the Will which says to them: "Hold on";
If you can talk with crowds and keep your virtue,
Or walk with kings - nor lose the common touch;
If neither foes nor loving friends can hurt you;
If all men count with you, but none too much;
If you can fill the unforgiving minute
With sixty seconds' worth of distance run -
Yours is the Earth and everything that's in it,
And - which is more - you'll be a Man my son!
Kuambil dari www.everypoet.com
Akhir-akhir ini, aku amat menyukai Rudyard Kliping. Jadi kupikir, kutaruh saja di sini...
Tuesday, October 28, 2008
Thursday, October 23, 2008
Kota Jakarta
Jakarta,
kota metropolitan dan ibukota
tanah air kita tercinta,Indonesia
Siang hari penuh orang lalu lalang
mobil dan motor berebutan jalan
Asap polusi mengawang
Malam hari penuh gemerlapan
lampu-lampu jalan di nyalakan
langit gelap tanpa bintang
Kusapa sang langit yang mendung,
"Hai, hujan! sudah lama tak bersua!
Dinginkanlah kota Jakarta yang panas tiada tara!"
(Oktober 2008 oleh CloverCookies)
Ini puisi yang kuilhami dari Jakarta yang panas ini. Saking banyaknya polusi di Jakarta ini, aku selalu kepanasan sepulang sekolah. Saat aku berangkat sekolah, mobil-mobil itu mengeluarkan polusi yang membuatku batuk-batuk. Aku paling jengkel saat ada truk yang lewat. Soalnya kadar polusinya lebih tinggi lagi. Apalagi mobil dan motor itu berebutan dan asal menyerobot. Satu hal yang kupikirkan: "Beri jalan, dong, sama anak-anak! Menyebalkan. Dasar pembuang polusi. Apa Jakarta belum cukup panas sampai harus dipanaskan dengan polusi?" Dan sekarang, setelah hujan turun, aku sangat senang. Soalnya saat hujan udaranya jadi sejuk, bukan panasnya polusi....
Aku jadi berpikir. Saat ini, Sudah banyak orang-orang peduli lingkungan berusaha menghijaukan Dunia. Tapi hanya sedikit yang tidak peduli. Apakah tidak ada orang di Jakarta ini yang peduli dengan lingkungan? Tentu saja ini bukan hanya mengacu pada warga Jakarta, tapi juga aku sendiri. Bisakah Jakarta kita selamatkan dari ancaman Global Warming? Maksudku, sebelum keadaan menjadi lebih parah? Banyak sekali, soalnya yang tidak peduli tnetang keselamatan lingkungan.
Aku sangat khawatir kalau suatu saat nanti kejadian di mana bulan terbelah dan bumi kiamat di film The Time Machine(1998) dari karya H.G. Wells itu akan menjadi kenyataan. Gara-gara Global Warming. Dan contoh kecilnya Jakarta. Tentu saja, Jakarta itu termasuk salah satu dari 5 besar kota berpolusi di dunia, kan?
kota metropolitan dan ibukota
tanah air kita tercinta,Indonesia
Siang hari penuh orang lalu lalang
mobil dan motor berebutan jalan
Asap polusi mengawang
Malam hari penuh gemerlapan
lampu-lampu jalan di nyalakan
langit gelap tanpa bintang
Kusapa sang langit yang mendung,
"Hai, hujan! sudah lama tak bersua!
Dinginkanlah kota Jakarta yang panas tiada tara!"
(Oktober 2008 oleh CloverCookies)
Ini puisi yang kuilhami dari Jakarta yang panas ini. Saking banyaknya polusi di Jakarta ini, aku selalu kepanasan sepulang sekolah. Saat aku berangkat sekolah, mobil-mobil itu mengeluarkan polusi yang membuatku batuk-batuk. Aku paling jengkel saat ada truk yang lewat. Soalnya kadar polusinya lebih tinggi lagi. Apalagi mobil dan motor itu berebutan dan asal menyerobot. Satu hal yang kupikirkan: "Beri jalan, dong, sama anak-anak! Menyebalkan. Dasar pembuang polusi. Apa Jakarta belum cukup panas sampai harus dipanaskan dengan polusi?" Dan sekarang, setelah hujan turun, aku sangat senang. Soalnya saat hujan udaranya jadi sejuk, bukan panasnya polusi....
Aku jadi berpikir. Saat ini, Sudah banyak orang-orang peduli lingkungan berusaha menghijaukan Dunia. Tapi hanya sedikit yang tidak peduli. Apakah tidak ada orang di Jakarta ini yang peduli dengan lingkungan? Tentu saja ini bukan hanya mengacu pada warga Jakarta, tapi juga aku sendiri. Bisakah Jakarta kita selamatkan dari ancaman Global Warming? Maksudku, sebelum keadaan menjadi lebih parah? Banyak sekali, soalnya yang tidak peduli tnetang keselamatan lingkungan.
Aku sangat khawatir kalau suatu saat nanti kejadian di mana bulan terbelah dan bumi kiamat di film The Time Machine(1998) dari karya H.G. Wells itu akan menjadi kenyataan. Gara-gara Global Warming. Dan contoh kecilnya Jakarta. Tentu saja, Jakarta itu termasuk salah satu dari 5 besar kota berpolusi di dunia, kan?
Sunday, October 5, 2008
Spontaneous Human Combustion (SHC)
Gambar disamping ini adalah contoh dari Spontaneous Human Combustion (dikenal dengan SHC) atau fenomena pembakaran spontan. Ini gambar asli, dan bukan buatan. SHC adalah, seperti namanya, fenomena dimana seseorang terbakar secara tiba-tiba. Tidak ada api dan angin - terbakar begitu saja. Apinya membakar sampai tulang, dan ada bagian tubuhnya yang tersisa. Tapi nyaris tidak ditemukan adanya bekas dterbakar disekitarnya. Tidak ada yang pasti tentang penyebabnya. Ada beberapa kemungkinan yang masuk akal. Salah satunya, kemungkinan bahwa ada semacam gumpalan lemak yang meleleh, dan membakar si korban. Istilahnya wick effect (efek sumbu). Kemungkinan lain mengatakan pakaian si korban menghasilkan listrik statis, kemudian membakarnya. Ada beberapa kemungkinan lain, yang tetap saja belum menjelaskan pasti tidaknya hal itu.
inilah beberapa kasus kematian yang disebabkan oleh SHC:
Mary Hardy Reeser pada tanggal 1-2 Juli 1951, ditemukan terbakar di apartemennya, St.Petersburg, Florida, sampai mati. Yang tersisa hanya kakinya. Robert Francis Bailey, tanggal 13 September 1967 ditemukan juga sebagai korban fenomena pembakaran spontan. Si saksi berkata,
"Ketika aku melihatnya melalui jendela, aku menemukan Bailey terkapar di bagian paling bawah di tangga yang menuju lantai 2. Sebelah perutnya terbakar, dan ada api biru diekitar lubang di perutnya itu. Api itu mulai membakar tangga kayunya. Waktu itu, Bailey masih hidup. Dia pasti kesakitan sekali. Apinya datang dari tubuhnya,".
Kemudian, ada Jeannie Saffin. Ia wanita berumur 61 tahun. Ia terbakar secara tiba-tiba ketika sedang duduk di kursi disaksikan oleh ayahnya. Ini fotonya:
Kalau pendapat pribadiku, fenomena semacam ini pasti ada hubungannya dengan sesuatu yang berbau mistis. Entah mereka dikutuk atau bagaimana....
Subscribe to:
Comments (Atom)
