Merenung. Memikirkan soal perseteruan umat agama islam dan umat agama katolik/kristen.
Setiap hari ke Y!A, selalu ada pertanyaan - pertanyaan tolol (pertanyaan? Yang ada malah menyulut pertengkaran!) yang diajukan umat islam ke umat katolik, dan sebaliknya. Namun pertanyaan - pertanyaan itu sendiri bernada ejekan dan sindiran, bernada pengibaran bendera perang. Bete, lihatnya!
Tiap hari di berita - berita dikabarkan pertengkaran umat islam bernama anu yang bertengkar dengan umat katolik bernama anu. Hari ini membuka Yahoo! News, ada berita Al Quran dibakar. Cari di google search, cacian dan makian adanya. Berita pembakaran gereja adanya. Pergi ke facebook, orang - orang fanatik agama islam/katolik/kristen adanya! Bikin jengkel!!! >< Bisakah mereka berhenti bertengkar, berhenti saling menghina Tuhannya, berhenti saling melakukan tindak penghujatan dan kekerasan?!
Agama ya agama. Semuanya benar (ehem! kecuali agama sesat!). Kenapa berpikiran sempit? Pernakah mereka melihat lebih jauh agama yang mereka benci, jauhi, dan anggap rendah itu? Pernahkah mereka berpikir bahwa semua manusia di dunia juga manusia ciptaan Tuhan, tak peduli dari agama mereka? Pernahkah mereka berpikir bahwa agama "lurus" yang ada di dunia, entah itu islam, katolik, kristen, buddha, hindu, kong hu chu, dll, meski cara pengajaran berbeda, meski alkitab berbeda, meski origin dari setiap agama berbeda, meski memiliki adat dan budaya yang berbeda, agama - agama itu tetap mengajarkan hal yang sama: "cinta kasih kepada Tuhan dan manusia", dan "perdamaian", dan "hak asasi manusia", dan "tidak boleh berbuat dosa"? Pernahkah mereka berpikir, bahwa dengan cacian, makian, kekerasan, dll yang mereka lakukan kepada umat agama lain, yang katanya mereka lakukan demi nama Tuhan mereka, sebetulnya malah menghujat Tuhan mereka sendiri, dan mencoreng nama agama yang mereka fanatikkan itu, menjadi sebuah agama yang penuh dengan kekerasan dan orang - orang munafik dan mengajarkan yang sesat? PERNAHKAH??
Saya tidak tahu apa jawabannya. Hanya satu yang saya tahu: kalau mereka mau berpikir lebih jauh (tidak sembarang berpikiran sempit dan fanatik), everything'll be OK. Kita hidup damai. Tidak bertengkar. Tidak ada gereja yang dibakar. Tidak ada Al Quran yang harus dibakar. Tidak ada caci maki untuk Tuhan Tapi kenyataannya, tidak demikian.
Sungguh bodoh, ketika ada umat agama islam yang mengamuk membakar gereja. Kenapa gereja itu dibakar? Kalau mereka dendam dengan umat agama katolik, rundingkanlah dengan mereka. Kenapa harus membakar gereja? Kenapa harus menghujat Tuhan mereka? Gereja adalah tempat berdoa. Sangat melanggar etika dan tidak tahu sopan santun, ketika membakar gereja.
Sebaliknya, sungguh bodoh untuk umat agama kristen/katolik yang ikut - ikutan menghina, dan merendahkan Allah SWT. Allah ya Allah. Dia adalah sang pencipta, Dia adalah orang yang berkuasa. Panggilannya berbeda, tetapi dia tetap Tuhan. Jadi kenapa menghujat namanya? Mengatakan bahwa mereka melakukan itu atas nama Tuhan Yesus Kristus, tetapi sesungguhnya adalah atas nama Benci dan Dendam. Bahkan sampai membakar Al Quran segala?! (Klik di sini)
Menurut saya, agama tidaklah salah. Jangan pernah menjelek - jelekkan agama yang lain, dan menganggap agama kita yang paling benar. Yang salah justru adalah umat - umat islam/katolik yang entah bagaimana menjadi saling menghujat Tuhan, dan mempertanyakan dan menghina alkitab itu. Apakah anda setuju?
Friday, September 17, 2010
Saturday, September 4, 2010
Road of Life
Hidup itu bagaikan petualangan
Dalam kukungan waktu yang mengalir tanpa henti
Dulu aku begitu kecil. Ditimang oleh Bunda, dalam pelukannya.
Tak pernah terpikir akan tahap yang ini.
Setahun serasa tak berarti. Dua tahun tak banyak berubah.
Namun.
kataku, "Waktu itu bagai interpretasi dari sedikit demi sedikit
lama - lama menjadi bukit"
Ketika aku berbalik, menelusuri ingatan yang lalu
kesadaran menghantamku begitu keras.
Begitu banyak kenangan. Begitu banyak keberhasilan.
Begitu banyak kegagalan. Begitu panjang jalan
yang kulalui.
Tiba - tiba kini aku berada di atas jembatan kedewasaan....
Akankah semuanya bisa tetap sama? Ataukah semuanya akan berubah?
Aku tidak tahu. Aku hanya bisa melangkahkan kakiku ke jalan
yang ada di depan.
Dalam kukungan waktu yang mengalir tanpa henti
Dulu aku begitu kecil. Ditimang oleh Bunda, dalam pelukannya.
Tak pernah terpikir akan tahap yang ini.
Setahun serasa tak berarti. Dua tahun tak banyak berubah.
Namun.
kataku, "Waktu itu bagai interpretasi dari sedikit demi sedikit
lama - lama menjadi bukit"
Ketika aku berbalik, menelusuri ingatan yang lalu
kesadaran menghantamku begitu keras.
Begitu banyak kenangan. Begitu banyak keberhasilan.
Begitu banyak kegagalan. Begitu panjang jalan
yang kulalui.
Tiba - tiba kini aku berada di atas jembatan kedewasaan....
Akankah semuanya bisa tetap sama? Ataukah semuanya akan berubah?
Aku tidak tahu. Aku hanya bisa melangkahkan kakiku ke jalan
yang ada di depan.
Friday, July 30, 2010
Love VS Money?
Kalau ditanya:
"Mana yang kamu pilih: nikah dengan pasangan yang licik dan bodoh tapi kaya, atau pasangan yang jujur dan pandai tapi miskin?"
Mana yang bakal kamu pilih?
Mungkin ini bukan masalah yang mudah untuk dipecahkan ya? Namun beberapa orang menjawab, "tentu aja yang pertama!" dan yang lainnya "Tentu aja yang kedua!"
Atas alasan apa sih?
Untuk yang pertama, mungkin alasannya:
Kalau kita pilih yang kaya, enak hidupnya. Nggak perlu luntang - lantung. Hidup nyaman, mobil ada, nggak kelaparan, nggak perlu banting tulang, bisa keluar negeri, de el el.
Sementara kalau kita pilih yang kedua, emang cinta bisa beli apaan? Bisa beli beras, bisa ngasih makan keluarga? Bisa beliin baju buat anak - anak? Bisa nyekolahin mereka? Nggak lah! Money is everything.
Nah, mungkin ya.... jawaban mereka begitu.
Benar, uang adalah segalanya. Nggak ada uang, kita bakal hidup luntang lantung. Nggak bisa beli nasi, nggak bisa beli baju, dan mungkin juga nggak bisa punya rumah. Kebutuhan primer nggak akan bisa terpenuhi. Dan realitasnya, kalo di jalan ketangkep razia polisi, cukuplah berikan Rp 50.000,- atau (kalau si korban adalah orang rendah hati) Rp100.000,- Tada! Si polisi melepaskan kita. Kita aman, dan bisa melanjutkan perjalanan kita.
Rp 100.000,- is not a big deal buat orang kaya, tapi masalah buat yang sebaliknya. Dengan Rp 100.000,- kita nggak akan bisa have fun di mal - mal besar di kota manapun. Contohnya, kalau kamu jalan - jalan di PIM dengan teman - teman. Bisa beli apa sih, Rp 100.000,-? Palingan 1 tiket bioskop Rp 35.000,- ; Popcorn Rp 15.000,- ; Makan di KFC Rp 20.000,- ; Komik di Gramed Rp 27.000,- (buat nakayoshi) atau 16.000,- (buat komik biasa).
Dan voila! Amblas lah, duit lo! Boke, boke dah lu! Kalo buat orang kaya mah, it's not a problem! Tapi kalau orang miskin, that's a BIG problem.
So, as we can see, money is everything. But still, bukan berarti kehidupan serba material adalah segalanya. Karena kalau uang udah jadi tuhan kita, percayalah, hidup kita bakal kacau balau!
Gw bukan seorang scientist yang uda ngadain penelitian, tapi gw tau, dan gw yakin. Pernikahan yang tanpa fondasi cinta di antara kedua pasangan gak akan bertahan lama. Atau paling banter, jadi keluarga broken home.
Mungkin benar ya, cinta memang gak bisa diukur secara kuantitas. Dengan cinta, gak akan bisa ngasih makan keluarga. Mau nggak mau, kita mesti menerima realitas itu. Tapi seperti kita tahu, kebutuhan manusia bukan cuma materialistis semata. Kita butuh kasih sayang, karena itulah yang membuat kita lebih "manusiawi".
Cinta melahirkan kepercayaan, cinta adalah motivasi seseorang untuk membahagiakan pasangannya. Cinta adalah dasarnya. Bokap gw bisa terus berjalan seperti ini karena dia mencintai keluarganya. Jadi, meski keluarga gw gak kaya, it's OK.
Besides, buat kalian semua yang beragama kristen/katolik, bukannya cuma diizinkan untuk menikah satu kali saja? Satu kali, dengan orang yang kalian ingin bahagiakan hidupnya? Pernikahan adalah penyatuan 2 insan yang saling mencintai. Kalau itu dinodai oleh sesuatu yang "all is about money", rasanya akan benar - benar hopeless, dan gw justru akan pitying yang semacem itu, daripada orang yang menikah didasari oleh cinta.
Menurut gw, justru karena cinta bisa mendorong seseorang melakukan amazing things itulah, yang membuat cinta adalah sesuatu yang berharga. Membuat kita seenggaknya lebih manusiawi. Without love, this world is hopeless, believe me. No trust. No united. No peace. There will only be greed and gluttnous, and war.
Jadi, mana yang bakal kalian pilih?
Love or Money?
"Mana yang kamu pilih: nikah dengan pasangan yang licik dan bodoh tapi kaya, atau pasangan yang jujur dan pandai tapi miskin?"
Mana yang bakal kamu pilih?
Mungkin ini bukan masalah yang mudah untuk dipecahkan ya? Namun beberapa orang menjawab, "tentu aja yang pertama!" dan yang lainnya "Tentu aja yang kedua!"
Atas alasan apa sih?
Untuk yang pertama, mungkin alasannya:
Kalau kita pilih yang kaya, enak hidupnya. Nggak perlu luntang - lantung. Hidup nyaman, mobil ada, nggak kelaparan, nggak perlu banting tulang, bisa keluar negeri, de el el.
Sementara kalau kita pilih yang kedua, emang cinta bisa beli apaan? Bisa beli beras, bisa ngasih makan keluarga? Bisa beliin baju buat anak - anak? Bisa nyekolahin mereka? Nggak lah! Money is everything.
Nah, mungkin ya.... jawaban mereka begitu.
Benar, uang adalah segalanya. Nggak ada uang, kita bakal hidup luntang lantung. Nggak bisa beli nasi, nggak bisa beli baju, dan mungkin juga nggak bisa punya rumah. Kebutuhan primer nggak akan bisa terpenuhi. Dan realitasnya, kalo di jalan ketangkep razia polisi, cukuplah berikan Rp 50.000,- atau (kalau si korban adalah orang rendah hati) Rp100.000,- Tada! Si polisi melepaskan kita. Kita aman, dan bisa melanjutkan perjalanan kita.
Rp 100.000,- is not a big deal buat orang kaya, tapi masalah buat yang sebaliknya. Dengan Rp 100.000,- kita nggak akan bisa have fun di mal - mal besar di kota manapun. Contohnya, kalau kamu jalan - jalan di PIM dengan teman - teman. Bisa beli apa sih, Rp 100.000,-? Palingan 1 tiket bioskop Rp 35.000,- ; Popcorn Rp 15.000,- ; Makan di KFC Rp 20.000,- ; Komik di Gramed Rp 27.000,- (buat nakayoshi) atau 16.000,- (buat komik biasa).
Dan voila! Amblas lah, duit lo! Boke, boke dah lu! Kalo buat orang kaya mah, it's not a problem! Tapi kalau orang miskin, that's a BIG problem.
So, as we can see, money is everything. But still, bukan berarti kehidupan serba material adalah segalanya. Karena kalau uang udah jadi tuhan kita, percayalah, hidup kita bakal kacau balau!
Gw bukan seorang scientist yang uda ngadain penelitian, tapi gw tau, dan gw yakin. Pernikahan yang tanpa fondasi cinta di antara kedua pasangan gak akan bertahan lama. Atau paling banter, jadi keluarga broken home.
Mungkin benar ya, cinta memang gak bisa diukur secara kuantitas. Dengan cinta, gak akan bisa ngasih makan keluarga. Mau nggak mau, kita mesti menerima realitas itu. Tapi seperti kita tahu, kebutuhan manusia bukan cuma materialistis semata. Kita butuh kasih sayang, karena itulah yang membuat kita lebih "manusiawi".
Cinta melahirkan kepercayaan, cinta adalah motivasi seseorang untuk membahagiakan pasangannya. Cinta adalah dasarnya. Bokap gw bisa terus berjalan seperti ini karena dia mencintai keluarganya. Jadi, meski keluarga gw gak kaya, it's OK.
Besides, buat kalian semua yang beragama kristen/katolik, bukannya cuma diizinkan untuk menikah satu kali saja? Satu kali, dengan orang yang kalian ingin bahagiakan hidupnya? Pernikahan adalah penyatuan 2 insan yang saling mencintai. Kalau itu dinodai oleh sesuatu yang "all is about money", rasanya akan benar - benar hopeless, dan gw justru akan pitying yang semacem itu, daripada orang yang menikah didasari oleh cinta.
Menurut gw, justru karena cinta bisa mendorong seseorang melakukan amazing things itulah, yang membuat cinta adalah sesuatu yang berharga. Membuat kita seenggaknya lebih manusiawi. Without love, this world is hopeless, believe me. No trust. No united. No peace. There will only be greed and gluttnous, and war.
Jadi, mana yang bakal kalian pilih?
Love or Money?
Bagiku, kau....
Bagiku kau seperti seorang pahlawan
Bagiku kau adalah sumber inspirasi
Bagiku kau seperti cahaya dalam penjara
sang tiran ini
Bagiku kau seperti buku panduan
Bagiku kau adalah teladan
Bagiku kau seperti seorang penopang masa depanku
seperti para buruh yang digaji kecil dan tak dihargai
jerih payahnya
saat membangun masa depan bibit - bibit kecil
Kau buka mataku pada realitas
Kau berikan aku wawasan - wawasan baru
Kau ibarat seorang sahabat bijaksana
mendengar dan mengerti
Namun, kini kau telah pergi
Sungguh, rasanya penjara ini semakin kehilangan
arah jalannya
Kembalilah, kawan!
rasanya awan mendung seakan melingkupi
penjara Sang Tiran ini
Thursday, June 17, 2010
Emptiness
Aku dulu dalam cahaya
Begitu bersinar, membutakan mata
Kini aku dalam kegelapan
Begitu kedinginan, begitu sendirian
Harapan hanya tinggal kenangan
Sahabat telah meninggalkan
Keluarga kini hanya tinggal angan
Nama hanya dalam kekosongan
Keputusasaan...
Mengukungku...
Aku menjerit, meminta pertolongan...
Namun tak ada yang mendengar
Begitu bersinar, membutakan mata
Kini aku dalam kegelapan
Begitu kedinginan, begitu sendirian
Harapan hanya tinggal kenangan
Sahabat telah meninggalkan
Keluarga kini hanya tinggal angan
Nama hanya dalam kekosongan
Keputusasaan...
Mengukungku...
Aku menjerit, meminta pertolongan...
Namun tak ada yang mendengar
Untitled By Me
Ini adalah kata
Yang terucap dalam bisu...
Yang bergaung dan menggema
lagi dan lagi
Dalam relung hati dan jiwaku
Kata yang terukir dalam diriku
Untukmu
Yang terucap dalam bisu...
Yang bergaung dan menggema
lagi dan lagi
Dalam relung hati dan jiwaku
Kata yang terukir dalam diriku
Untukmu
Yang Namanya Kebetulan Emang ada!
Hari ini gw baca Kompas Jumat 18 Juni 2010. Nah... gw lagi baca berita tentang Eko Supriyanto di Panggung Madonna. Beliau juga nyeritain kalo dia makan tempe bacem, meski dia ga tau tempenya dapet dari mana selama tur itu. Gw bertanya2, tempe bacem kayak apa sih? Gw kan belom pernah makan...liat aja belom pernah! Hehehehehe.....
Trus, tiba - tiba ada tetangga gw dateng ke rumah! Ngasih sesuatu. Gak tau apaan... bentuknya sih kayak tahu. Trus pas nyokap gw liat makanan yang dikasih. Dia bilang: "Wah, dapet tahu ama tempe bacem nih!"
Gw ngelongo sendiri. Hahahahaha. Bagai pucuk dicinta ulam~! Lagi ngebayangin tempe bacem kayak gimana, tahu - tahu dateng tempe bacem plus tahu bacem! Wkwkwkwk. Kebetulan emang ada yah? XD
Trus, tiba - tiba ada tetangga gw dateng ke rumah! Ngasih sesuatu. Gak tau apaan... bentuknya sih kayak tahu. Trus pas nyokap gw liat makanan yang dikasih. Dia bilang: "Wah, dapet tahu ama tempe bacem nih!"
Gw ngelongo sendiri. Hahahahaha. Bagai pucuk dicinta ulam~! Lagi ngebayangin tempe bacem kayak gimana, tahu - tahu dateng tempe bacem plus tahu bacem! Wkwkwkwk. Kebetulan emang ada yah? XD
3 Versi "Bagai Rajawali"??
(1)
Aku ingin selalu
Berada di hadiratMu
Aku ingin selalu
Berada dalam naunganMu
Dibawah kepak sayapMu
Kau bawaku terbang tinggi
Melintasi langit biru bagaikan rajawali
Bagai rajawali
Melintasi gunung tinggi
Bagai rajawali
Melintasi badai hidup
Dibawah kepak sayapMu
Kau bawaku terbang tinggi
Melintasi langit biru
Bagaikan rajawali
(2)
Tuhan adalah kekuatanku
Bersama Dia ku tak akan goyah
Ku kan terbang tinggi
Bagai rajawali
Melakukan perbuatan yang besar
*Reff:
Ku kan terbang tinggi
Bagai rajawali
Dan melayang tinggi dalam kemulianNya
Biar bumi bergoncang
Dan badai menerpa
Ku kan' terbang tinggi bersama Dia
*Repeat
(3)
Hanya kepadaNya ku kan berlari
Di saat ku bimbang dalam hidupku
Yang aku percaya dalam hadiratNya
Ada kekuatan yang baru
Walau ku melangkah dalam tekanan
Badai percobaan datang menghadang
Yang aku percaya dalam hadiratNya
Ada kekuatan yang baru
Reff:
Ku kan terbang tinggi bagai rajawali
Di atas segala persoalan hidupku
Dan aku percaya saat ku bersama dia
Tiada yang mustahil bagi Dia
Aku ingin selalu
Berada di hadiratMu
Aku ingin selalu
Berada dalam naunganMu
Dibawah kepak sayapMu
Kau bawaku terbang tinggi
Melintasi langit biru bagaikan rajawali
Bagai rajawali
Melintasi gunung tinggi
Bagai rajawali
Melintasi badai hidup
Dibawah kepak sayapMu
Kau bawaku terbang tinggi
Melintasi langit biru
Bagaikan rajawali
(2)
Tuhan adalah kekuatanku
Bersama Dia ku tak akan goyah
Ku kan terbang tinggi
Bagai rajawali
Melakukan perbuatan yang besar
*Reff:
Ku kan terbang tinggi
Bagai rajawali
Dan melayang tinggi dalam kemulianNya
Biar bumi bergoncang
Dan badai menerpa
Ku kan' terbang tinggi bersama Dia
*Repeat
(3)
Hanya kepadaNya ku kan berlari
Di saat ku bimbang dalam hidupku
Yang aku percaya dalam hadiratNya
Ada kekuatan yang baru
Walau ku melangkah dalam tekanan
Badai percobaan datang menghadang
Yang aku percaya dalam hadiratNya
Ada kekuatan yang baru
Reff:
Ku kan terbang tinggi bagai rajawali
Di atas segala persoalan hidupku
Dan aku percaya saat ku bersama dia
Tiada yang mustahil bagi Dia
Note:
Hm... bikin bingung! yang bener yang mana sih? Ckckck.
Tuesday, June 15, 2010
Kisah Peri Musim Hujan (Part 1)
Seorang gadis berjalan - jalan di antara rintik hujan. Dia melompat dari satu kubangan air ke kubangan berikutnya. Ketika air itu menciprati dirinya, ia tertawa. Payungnya berputar - putar ketika ia melompat. Gadis itu seperti menari. Dan hujan adalah temannya.
Ia memakai jas hujan dan sepatu bot berwarna kuning. Warna yang mencolok, untukku, di antara warna muram yang ditimbulkan oleh hujan. Gadis itu melompat dari satu kubangan air ke kubangan airnya. Sebagian menciprati dirinya, sebagian menciprati orang lain. Gadis itu tertawa - tawa senang. Sementara itu, beberapa orang yang terkena cipratan air si gadis melirik anak itu dengan jengkel. Aku tersenyum. Anak itu tampak tidak peduli dengan sekitarnya. Anak itu benar - benar tampak seperti menari! Dan sangat lincah!
Kemudian, di antara hujan yang tidak juga reda, aku melihat bayangan tipis di punggung gadis itu. Aku mengernyitkan dahi. Apa itu? Aku menyipitkan mata, mencoba memandang menembus hujan. Dan ketika tersadar benda apa itu, aku ternganga. Itu....sayap? Aku menggosok - gosok mataku. Apa aku salah lihat? Fatamorgana? Lalu aku membuka mata, dan terpana. Semakin kuperhatikan, bayangan tipis itu malah semakin jelas. Itu sayap. Dan sayap itu ada di punggung anak itu. Dan, aku semakin terpana, tubuh anak kecil itu diselubungi cahaya tipis.
Sementara aku memperhatikan gadis itu, sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil itu akan menabaraknya! Pikirku panik. Aku langsung meloncat keluar toko untuk memperingatkan gadis itu. Namun, ketika mobil itu melaju, gadis kecil itu sudah hilang. Ke mana perginya?
(to be continued)
***
Dari balik jendela cafe, aku memperhatikan jalanan yang basah oleh hujan. Jalanan yang basah itu sepi oleh orang - orang yang lalu lalang. Bila ada yang lewat, mereka semua berada di balik perlindungan payung, atau mengenakan jas hujan. Tidak banyak mobil yang lewat. Satu atau dua mobil lewat. Wiper bergoyang ke kiri dan ke kanan, mencoba menerangkan jalan bagi sang pengemudi. Saat itulah, aku melihat gadis kecil itu.Ia memakai jas hujan dan sepatu bot berwarna kuning. Warna yang mencolok, untukku, di antara warna muram yang ditimbulkan oleh hujan. Gadis itu melompat dari satu kubangan air ke kubangan airnya. Sebagian menciprati dirinya, sebagian menciprati orang lain. Gadis itu tertawa - tawa senang. Sementara itu, beberapa orang yang terkena cipratan air si gadis melirik anak itu dengan jengkel. Aku tersenyum. Anak itu tampak tidak peduli dengan sekitarnya. Anak itu benar - benar tampak seperti menari! Dan sangat lincah!
Kemudian, di antara hujan yang tidak juga reda, aku melihat bayangan tipis di punggung gadis itu. Aku mengernyitkan dahi. Apa itu? Aku menyipitkan mata, mencoba memandang menembus hujan. Dan ketika tersadar benda apa itu, aku ternganga. Itu....sayap? Aku menggosok - gosok mataku. Apa aku salah lihat? Fatamorgana? Lalu aku membuka mata, dan terpana. Semakin kuperhatikan, bayangan tipis itu malah semakin jelas. Itu sayap. Dan sayap itu ada di punggung anak itu. Dan, aku semakin terpana, tubuh anak kecil itu diselubungi cahaya tipis.
Sementara aku memperhatikan gadis itu, sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil itu akan menabaraknya! Pikirku panik. Aku langsung meloncat keluar toko untuk memperingatkan gadis itu. Namun, ketika mobil itu melaju, gadis kecil itu sudah hilang. Ke mana perginya?
Bau - Bauan Yang Paling Dibenci Part 2
Sebelumnya kan gw pernah bilang ada 4 bau yang paling gw benci. Nah, gw koreksi! Sebenernya ada 6... Berhubung gw gak mau mengedit positngan yang sebelumnya, maka gw tambahin ajalah di sini....
- Bau rokok! Aneh, kadang - kadang gw mikir, kok ada yang mau ngisep rokok, padahal uda dibilangin di iklan - iklan, penyuluhan, papan reklame, bahkan di kotak rokoknya sendiri bahwa ROKOK ITU TIDAK SEHAT. Dan jujur aja, ini bau - bauan peringkat dua yang gw benci setelah bau asap knalpot. Ugh. Untung aja di keluarga gw gak pernah ada yang ngerokok. Tetangga gw dulu ada yang perokok berat (dia uda pindah rumah sih sekarang). Tiap kali ke rumah dia, abis keluar pasti badan langsung bau rokok dari ujung kepala ampe ujung kaki secara rumahnya dari sudut ke sudut itu bau rokok. Aneh juga sih, kok ada ya, yang mau bunuh diri dengan ngisep rokok. Yuck. Bener - bener bau yang bikin sesek napas! Dan tentu aja, batuk - batuk.
- Bau sampah. Tapi bukan sembarang sampah di rumah.... Tau kan, sampah - sampah yang kita temuin di jalan, yang baunya busuk setengah mati. Pas lalat - lalat uda pesta pora... Nah, itu juga bau yang gw benci. Bukannya gimana - gimana, cuma jijik aja. Tiap cium bau itu, gw pingin muntah!Ckckck. Emang, kebersihan kota harus dijaga ya? Tapi sayangnya di Jakarta gini, di kota besar gini, sampahnya pasti numpuk kayak gunung yah....
Monday, June 14, 2010
4 Bau Paling Menjijikkan
Gw punya idung yang sensitif sama bau - bauan tertentu.
......
Yah, oke. Sensitif itu kata yang terlalu halus. Tepatnya, gw benci sama 4 bau - bauan yang gw sebut di bawah ini:
......
Yah, oke. Sensitif itu kata yang terlalu halus. Tepatnya, gw benci sama 4 bau - bauan yang gw sebut di bawah ini:
- Asap knalpot alias gas CO. Gw suka naik motor. Lebih suka daripada naik mobil. Sayangnya, ada kekurangan pas naik motor. Yakni kalo siang - siang jalan di deket kemacetan! Ugh! Asap knalpot bertebaran. Apalagi kalo deket2 metromini tuh. Wah....gasnya item bo'! bener2 bikin sesak napas. Asapnya seakan - akan mau nyekik gw! Dan selama deket2 asap knalpot, gw pasti bakal pusing. Yah, bukan cuma metromini sih. Ada juga truk - truk gede, trus juga mobil - mobil yang rada jadul... mereka itu asap knalpotnya bikin sesek napas dan pusing! Dan yang paling bikin gw jengkel kalo gw abis mandi ato keramas. Bau wangi ilang dalam sekejap dimakan sama asap knalpot!
- Bau Baygon. Jujur, baygon jaman sekarang emang canggih sih. Ada bau almond, lavender, dll. Tapi sayangnya, itu belom cukup buat bikin gw enakan deket2 ma bau ini. Malah, gw makin benci. Dari sesek napas jadi plus satu lagi efek sampingnya. Yakni bikin idung gatel! Yup, gw selalu bersin - bersin deket baygon. Dan juga, tentu aja, sesak napas. Ga yang disemprot, ga yang dibakar, sama ajalah efeknya sama gw... Jengkelnya, kayaknya gw satu - satunya di keluarga yang benci ama baygon. Buktinya, nyokap bokap plus kakak gw, have no problem at all dalam berurusan sama baygon ini... Apalagi bokap tuh...kalo malem sering banget nyemprot baygon. Dan kalo itu terjadi, gw langsung jauh - jauh dari tempat baygon disemprotin! Karena gw ga mau bersin2 plus sesak napas.
- Bau Pylox. Gw ga pernah suka sama ini. Karena efeknya adalah sesak napas plus pusing! Ugh! bener - bener deh...kadang - kadang malah bikin gw mau muntah! Tapi sialnya, di sekolah gw pasti bakal pake pylox di saat ada event - event tertentu. Misalnya pas lomba Bulan Bahasa ato Bulan Kitab Suci, ato pas classmeeting. Euh! Bau pylox bertebaran! Dan kalo ga mau cium bau itu, jauh - jauhlah sejauh mungkin. Bisa berlindung di perpus ato di kelas.
- Parfum, cologne, dan bau - bauan yang sejenis. Oke, gw emang cewek. Tapi entah gimana, gw benci sama bau - bauan macem ini. Masalahnya, gw kan bukan cewek satu - satunya di dunia. Ada cewek - cewek laen di luar... Bahkan nyokap juga. Mereka emang gak sering sih pake bau - bauan macem itu, tapi kalo make, jamin idung gw langsung gatel pingin bersin. Masalahnya, cewek di deket gw yang paling sering pake bau - bauan macem gini tuh nyokap gw...nah lho! Hahaha. Makanya, tiap nyokap pake yang macem parfum ato bedak yang bau - baunnya sejenis, gw langsung nahan napas ato jauh - jauh dari nyokap ampe baunya ilang.
Mujizat Itu Nyata
Tak terbatas kuasaMu Tuhan...
Semua dapat Kau lakukan...
Apa yang kelihatan
Mustahil bagiku
Itu sangat mungkin bagiMu
Di saatku tak berdaya
KuasaMu yang sempurna
Ketika kupercaya
Mujizat itu nyata...
Bukan kar'na kekuatan
Namun RohMu ya Tuhan
Ketika kuberdoa
Mujizat itu nyata...
Semua dapat Kau lakukan...
Apa yang kelihatan
Mustahil bagiku
Itu sangat mungkin bagiMu
Di saatku tak berdaya
KuasaMu yang sempurna
Ketika kupercaya
Mujizat itu nyata...
Bukan kar'na kekuatan
Namun RohMu ya Tuhan
Ketika kuberdoa
Mujizat itu nyata...
Note:
Lagu ini gak tau gimana tiba - tiba bikin gw trenyuh...dada gw terasa penuh (ngerti kan maksudnya?) dan gw jadi pingin nge-posting liriknya...
JanjiMu Seperti Fajar
Ketika kuhadapi kehidupan ini...
Jalan mana yang harus kupilih?
Kutahu ku tak mampu
Kutahu ku tak sanggup
Hanya Kau Tuhan tempat jawabanku....
Akupun tahu, ku tak pernah sendiri
S'bab Engkau Allah yang menggendongku...
TanganMu membelaiku
CintaMu memuaskanku
Kau mengangkatku ke tempat yang tinggi...
Reff:
JanjiMu seperti fajar pagi hari...
Yang tiada pernah terlambat bersinar...
CintaMu s'perti sungai yang mengalir...
Dan ku tahu betapa dalam kasihMu...
Jalan mana yang harus kupilih?
Kutahu ku tak mampu
Kutahu ku tak sanggup
Hanya Kau Tuhan tempat jawabanku....
Akupun tahu, ku tak pernah sendiri
S'bab Engkau Allah yang menggendongku...
TanganMu membelaiku
CintaMu memuaskanku
Kau mengangkatku ke tempat yang tinggi...
Reff:
JanjiMu seperti fajar pagi hari...
Yang tiada pernah terlambat bersinar...
CintaMu s'perti sungai yang mengalir...
Dan ku tahu betapa dalam kasihMu...
Sunday, June 13, 2010
Sebelon Ujian....
So.... foto dibawah diambil pas sehari sebelon ujian....
Gee. Gw satu2nya cwe yang peace! =_=v ckckck...
Life is Fun
Hei, kawan
berdirilah! tertawalah!
Untuk apa kau bermuram durja
atas segala penderitaan?
Hadapi hidup ini dengan tawa
Hadapi hidup ini dengan sukacita
Tak perlulah kau marah - marah
Tak perlulah kau mengeluh:
"Mengapa hidupku menderita?"
Karena jadilah demikian, kawan
bila kau berpikir demikian!
Biar! Biarkan yang sedih berlalu
Jangan biarkan keluh kesah
Jangan biarkan muram durja
Jangan biarkan penderitaan
menguasai dirimu!
Karena itu, ayo bangkit!
Ayo nikmati hidup!
Ayo tertawalah!
Karena tak ada guna kau hanya
mengeluh dan mengeluh sepanjang hari
berdirilah! tertawalah!
Untuk apa kau bermuram durja
atas segala penderitaan?
Hadapi hidup ini dengan tawa
Hadapi hidup ini dengan sukacita
Tak perlulah kau marah - marah
Tak perlulah kau mengeluh:
"Mengapa hidupku menderita?"
Karena jadilah demikian, kawan
bila kau berpikir demikian!
Biar! Biarkan yang sedih berlalu
Jangan biarkan keluh kesah
Jangan biarkan muram durja
Jangan biarkan penderitaan
menguasai dirimu!
Karena itu, ayo bangkit!
Ayo nikmati hidup!
Ayo tertawalah!
Karena tak ada guna kau hanya
mengeluh dan mengeluh sepanjang hari
Saturday, June 12, 2010
Bye Friends....Meski pisah kelas di kelas 2, Sekali Temen tetep Temen!
Setahun kita jalani bersama
tawa dan canda
tangis dan duka
ah...kenangan
Bersamamu sahabat
kini sudah di penghujung jalan
kita ada di akhir untuk awal
kita ada, namun rasa tak sama
seperti...ada yang berbeda
sahabat
rasa sendu ini... rasa rindu ini...
ah. rasanya berat harus berpisah!
Begitu banyak kita lewati bersama
Ketika dulu kita ramai - ramai
di kelas
Ketika dulu kita ngebanyol
yang aneh - aneh
Ketika dulu kita bisa membusungkan dada
menjadi juara di antara semua
Ketika dulu kita dimarahi
oleh nenek sihir perawan tua
Hahaha. Hei, kita tidak akan berpisah
begitu saja kan?
Kita tetap akan jadi sahabat kan?
sekarang dan untuk selamanya?
tawa dan canda
tangis dan duka
ah...kenangan
Bersamamu sahabat
kini sudah di penghujung jalan
kita ada di akhir untuk awal
kita ada, namun rasa tak sama
seperti...ada yang berbeda
sahabat
rasa sendu ini... rasa rindu ini...
ah. rasanya berat harus berpisah!
Begitu banyak kita lewati bersama
Ketika dulu kita ramai - ramai
di kelas
Ketika dulu kita ngebanyol
yang aneh - aneh
Ketika dulu kita bisa membusungkan dada
menjadi juara di antara semua
Ketika dulu kita dimarahi
oleh nenek sihir perawan tua
Hahaha. Hei, kita tidak akan berpisah
begitu saja kan?
Kita tetap akan jadi sahabat kan?
sekarang dan untuk selamanya?
Note:
I dedicated this poem for my classmates on XC.... I love you guys, and I WILL miss you all... especially the times we spend together.... Is it too sentimental?
Tuesday, June 8, 2010
Marah - marah
Bangun pagi
marah - marah
berangkat sekolah
marah - marah
di sekolah
berkelahi dengan teman
di rumah
adu teriak dengan mama
pulang kerja
marah - marah
benda dibanting ke sini dan ke sana
marah - marah, ngambek seharian
tahu nggak?
Aku bingung, bagaimana mungkin
orang itu tidak terkena tekanan darah tinggi
marah - marah
berangkat sekolah
marah - marah
di sekolah
berkelahi dengan teman
di rumah
adu teriak dengan mama
pulang kerja
marah - marah
benda dibanting ke sini dan ke sana
marah - marah, ngambek seharian
tahu nggak?
Aku bingung, bagaimana mungkin
orang itu tidak terkena tekanan darah tinggi
Monday, June 7, 2010
This is the End
yey! akhirnya selesai deh, ulangan umum...
kayak yg gw tulis di status fb gw:
Rapotnya ntar gimana, nilai gw gimana, naik kelas ato ga, itu liat aja nanti....kalo pun sekarang gw cemasin rapotnya dan naik kelas ato gaknya gw, ga bakal pengaruh ama hasilnya...jadi hari ini enjoy aja! Uda selesai ulangan umum gitu loh....
kayak yg gw tulis di status fb gw:
"don't worry anything 'bout the future. Whatever will be, will be! Just enjoy our time and freedom now..."Yea, dan gw bener2 memaksudkan itu.
Rapotnya ntar gimana, nilai gw gimana, naik kelas ato ga, itu liat aja nanti....kalo pun sekarang gw cemasin rapotnya dan naik kelas ato gaknya gw, ga bakal pengaruh ama hasilnya...jadi hari ini enjoy aja! Uda selesai ulangan umum gitu loh....
Sunday, June 6, 2010
August Rush Quotes ~ August Rush, Monologue
"Listen. Can you hear it? The music. I can hear it everywhere. In the wind... in the air... in the light. It's all around us. All you have to do is open yourself up. All you have to do... is listen.
Sometimes the world tries to knock it out of you. But I believe in music the way that some people believe in fairy tales. I like to imagine that what I hear came from my mother and father. Maybe the notes I hear, are the same ones they heard, the night they met. Maybe that's how they found each other. Maybe that's how they'll find me. I believe that once upon a time, long ago, they heard the music and followed it."
Monday, May 31, 2010
The War Begins!
Hari pertama ujian....matematika bikin suntuk! Dan gw lupa ngumpulin sesuatu (males nyebutnya, soalnya ceritanya bakal panjang. Intinya, semacem catatan ato tugas) yg harusnya paling lambat dikumpul hari ini ke guru gw...moga2 besok masih bisa....
For tommorow! Harus berjuang!! Pkn Geo! Fight!
For tommorow! Harus berjuang!! Pkn Geo! Fight!
Thursday, May 27, 2010
Kenangan Setahun
So many memories with my dearest friends....
Dengan sebuah kamera hitam
tergantung melingkar di lehermu yang putih
kita abadikan kenangan dan persahabtan kita
dalam foto.
Dan akan kuabadikan rasa itu
dalam relung hatiku yang terdalam
dalam laci - laci kecil di dalam kepalaku
tak akan kulupakan.
Jangan menangis!
Hari ini adalah hari untuk tertawa
Ayo lupakan segala masalah
Mari kita singkirkan itu untuk nanti
Hari ini adalah hari untuk berbahagia
Jangan kau biarkan kesedihan
Menghapus kebahagiaan
So many memories....
Tak terasa waktu telah berjalan
Rasanya seperti baru kemarin
Semua ini berawal
Tiba - tiba aku berdiri di dekat akhir
akankah kuucapkan selamat tinggal?
atau selamat berjumpa?
(I dedicated this for my friends...whom I love so much.)
Dengan sebuah kamera hitam
tergantung melingkar di lehermu yang putih
kita abadikan kenangan dan persahabtan kita
dalam foto.
Dan akan kuabadikan rasa itu
dalam relung hatiku yang terdalam
dalam laci - laci kecil di dalam kepalaku
tak akan kulupakan.
Jangan menangis!
Hari ini adalah hari untuk tertawa
Ayo lupakan segala masalah
Mari kita singkirkan itu untuk nanti
Hari ini adalah hari untuk berbahagia
Jangan kau biarkan kesedihan
Menghapus kebahagiaan
So many memories....
Tak terasa waktu telah berjalan
Rasanya seperti baru kemarin
Semua ini berawal
Tiba - tiba aku berdiri di dekat akhir
akankah kuucapkan selamat tinggal?
atau selamat berjumpa?
(I dedicated this for my friends...whom I love so much.)
Tugas Segunung, Ulangan Numpuk. Awal dari Perang.
OMG.... Hei! Besok libur dua hari.... Senin ujian! The war begins! Biarin kata orang sekolah gw telat ujian. Ujian tetep ujian. Perang tetep perang. Tapi menjelang perang ini, gw rasanya uda bakal tepar... tahu kenapa?
1. Menjelang "perang" menghadapi soal - soal dari guru - guru kepo, nyolot, dan rese, kita dikasih makan segunung tugas. Gw tekenin di kata SEGUNUNG TUGAS. Tugas - tugas gila, dan bakal bikin gw gila rasanya.... contoh: Untuk kimia, buat 3 soal PG (SFX: "3 soal doang? cemen...") masing - masing untuk 26 indikator (SFX: suara jantung berhenti, suara lengkingan kayak di film - film horor) yang berarti, kita sebetulnya buat 78 soal kimia!!!!!!!! (SFX: lagu kematian). Hahah (ketawa masam). Dan itu harus dikumpul besok. BESOK. "Lha trus napa gak dikerjain dari kemaren - kemaren?" Yah, ada dua alesan, alesan keduanya bakal gw jelasin nanti, tapi alesan pertamanya gara2 anak kelas gw yang ngasih tau soal tugas sialan ini telat ngasih tau, dan baru dikasih tau hari Sabtu kemaren.
Buat matematika, gw harus buat 3 soal (SFX: lagi??) untuk satu SK ato 3 KD ato belasan indikator dengan kata lain!!! OMG...... dan sebelum2nya (uda selesai tapi) ada ekonomi, bi, dll dll.
2. Dan bukan cuma tugas. Juga ulangan2 yg sumpah super banyak. Ul ekonomi, ul bio, ul fisika, ul kimia, ul geo, remed ppkn, remed kimia.... nah. ini adalah alesan kedua gw kenapa gw bisa ampe ga sempet ngerjain tugas kimia terkutuk itu.
Jujur aja, selama dua hari ini (kemaren dan hari ini), gw bener2 frustasi dan sempet nangis ampe 2x. Sebelumnya waktu gw SMP kelas I, ada kejadian yg mirip2 gini, tapi waktu itu bener2 masih sangat mending dibanding sekarang bo.... Ga pernah ampe bikin gw nangis gara2 frustasi (yg jadi ngingetin gw sama si Hannah Abbot di Harry Potter and the Order of Phoenix). OMG..... gw jadi takut, panik. Gw jadi bertanya - tanya, salahkah gw kalo sekarang gw panik dan takut sekarang?
Apapun deh. Yang gw lakuin sekarang just for refreshing....dari semua hal gila ini.
1. Menjelang "perang" menghadapi soal - soal dari guru - guru kepo, nyolot, dan rese, kita dikasih makan segunung tugas. Gw tekenin di kata SEGUNUNG TUGAS. Tugas - tugas gila, dan bakal bikin gw gila rasanya.... contoh: Untuk kimia, buat 3 soal PG (SFX: "3 soal doang? cemen...") masing - masing untuk 26 indikator (SFX: suara jantung berhenti, suara lengkingan kayak di film - film horor) yang berarti, kita sebetulnya buat 78 soal kimia!!!!!!!! (SFX: lagu kematian). Hahah (ketawa masam). Dan itu harus dikumpul besok. BESOK. "Lha trus napa gak dikerjain dari kemaren - kemaren?" Yah, ada dua alesan, alesan keduanya bakal gw jelasin nanti, tapi alesan pertamanya gara2 anak kelas gw yang ngasih tau soal tugas sialan ini telat ngasih tau, dan baru dikasih tau hari Sabtu kemaren.
Buat matematika, gw harus buat 3 soal (SFX: lagi??) untuk satu SK ato 3 KD ato belasan indikator dengan kata lain!!! OMG...... dan sebelum2nya (uda selesai tapi) ada ekonomi, bi, dll dll.
2. Dan bukan cuma tugas. Juga ulangan2 yg sumpah super banyak. Ul ekonomi, ul bio, ul fisika, ul kimia, ul geo, remed ppkn, remed kimia.... nah. ini adalah alesan kedua gw kenapa gw bisa ampe ga sempet ngerjain tugas kimia terkutuk itu.
Jujur aja, selama dua hari ini (kemaren dan hari ini), gw bener2 frustasi dan sempet nangis ampe 2x. Sebelumnya waktu gw SMP kelas I, ada kejadian yg mirip2 gini, tapi waktu itu bener2 masih sangat mending dibanding sekarang bo.... Ga pernah ampe bikin gw nangis gara2 frustasi (yg jadi ngingetin gw sama si Hannah Abbot di Harry Potter and the Order of Phoenix). OMG..... gw jadi takut, panik. Gw jadi bertanya - tanya, salahkah gw kalo sekarang gw panik dan takut sekarang?
Apapun deh. Yang gw lakuin sekarang just for refreshing....dari semua hal gila ini.
Tuesday, May 25, 2010
Balada Tugas - Tugas
Hei ho! Hari tiada henti...
Matahari tadi bersinar, kini telah pergi
Digantikan bulan dan bintang
Hei ho! Kini waktunya aku bergadang
(Hoi Hoi! Tunggu! Kenapa kau bergadang?)
Hei ho! Aku duduk di depan pisi
Memencet tuts - tuts hitam, mengklak klik tikus putih
Mataku terpaku pada layar
Menatap barisan teks dan gambar
Hei ho! Ya! Ya!
Aku bergadang mengerjakan
Segunung tugas dari bapak ibu guru tercinta.
Ada biologi, ada ekonomi. Ada kimia dan bahasa indonesia
Hei ho! Segunug tugas! Segunung tugas menumpuk!
Kini aku kebut mengejar! Harus selesai meski harus tepar!
Karena sebentar lagi ujian akhir datang!
Dan nilai - nilaiku harus tuntas! Harus naik kelas! Hei ho!
Matahari tadi bersinar, kini telah pergi
Digantikan bulan dan bintang
Hei ho! Kini waktunya aku bergadang
(Hoi Hoi! Tunggu! Kenapa kau bergadang?)
Hei ho! Aku duduk di depan pisi
Memencet tuts - tuts hitam, mengklak klik tikus putih
Mataku terpaku pada layar
Menatap barisan teks dan gambar
Hei ho! Ya! Ya!
Aku bergadang mengerjakan
Segunung tugas dari bapak ibu guru tercinta.
Ada biologi, ada ekonomi. Ada kimia dan bahasa indonesia
Hei ho! Segunug tugas! Segunung tugas menumpuk!
Kini aku kebut mengejar! Harus selesai meski harus tepar!
Karena sebentar lagi ujian akhir datang!
Dan nilai - nilaiku harus tuntas! Harus naik kelas! Hei ho!
Peace
Hinaan dan cela ditelan olehnya. Makian kasar menampar wajah dan menusuk hatinya. Wajahnya dingin tanpa ekspresi. Matanya seperti pembunuh yang sudah siap membunuh. Di dalam hatinya, kemarahan berkobar - kobar, siap menelan sang penyulut api. Tuduhan - tuduhan diterimanya dalam diam. Ia tahu, tak ada guna untuk melawan semua itu. Namun, wajahnya menunjukkan kemarahan yang sangat jelas. Sakit hati yang terukir di wajahnya. Hatinya memaki - maki, mendendam. Tahu apa mereka? Tak ada...tak ada seorang pun yang tahu! Mereka hanya manusia - manusia yang munfaik. Mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan. Mereka hanya menindak seseorang tanpa melihat ke dalam dirinya, bukan? Ia tertawa pahit. Kemarahannya digantikan ketenangan. Perubahan itu secepat berhembusnya sang angin. Secepat cahaya yang melintasi ruang - ruang di angkasa. Yah, biarlah... biar mereka melakukan hal itu. Yang terpenting, ia tetap dirinya sendiri. Yang penting, ia tetap dan memiliki alasan untuk hidup. Ia tidak berakhir seperti manusia kehilangan harapan yang membunuh dirinya sendiri. Bukan?
Dan bersama pikiran - pikiran itu, ia tersenyum, dan berjalan. Melanjutkan petualangannya. Ke mana ia pergi, hanya langit yang mengawasi, yang tahu. Hanya angin, yang berjalan bersamanya, yang tahu...
Dan bersama pikiran - pikiran itu, ia tersenyum, dan berjalan. Melanjutkan petualangannya. Ke mana ia pergi, hanya langit yang mengawasi, yang tahu. Hanya angin, yang berjalan bersamanya, yang tahu...
Friday, May 21, 2010
Awal dan Akhir
Setiap awal selalu memiliki akhir
Tapi kapan, dan seberapa jauh
hanya Tuhan tahu-menahu.
aku, kau, kita semua
hanya menapaki jalan itu
kita pilih jalan kita
jalan yang begitu panjang
Terkadang menyakitkan
Terkadang menyenangkan
Itu semua adalah awal juga
akhir untuk awal
Ya, kapan selesainya?
Rasanya untuk selamanya.
Tapi kapan, dan seberapa jauh
hanya Tuhan tahu-menahu.
aku, kau, kita semua
hanya menapaki jalan itu
kita pilih jalan kita
jalan yang begitu panjang
Terkadang menyakitkan
Terkadang menyenangkan
Itu semua adalah awal juga
akhir untuk awal
Ya, kapan selesainya?
Rasanya untuk selamanya.
Wednesday, May 19, 2010
Anak - Anak Jalanan
Indonesia, tanah airku...
Tanahnya kaya dan subur
Alamnya indah mengundang desahan
Budayanya mendengungkan kekaguman
Namanya terdengar sampai ke ujung bumi
"Sungguh subur negeri itu!"
"Rakyatnya pasti hidup makmur!"
"Rakyatnya pasti hidup sejahtera!"
Begitulah kata mereka.
Seharusnya.
Namun apa yang kulihat dengan mata
Semua hanya seperti bukti bisu
Atas derita jutaan anak jalanan Indonesia
Jutaan anak jalanan
Hidup mengemis dan mengais
Mencari makan untuk bapak, ibu, dan saudara
Berharap dapat pendidikan
Kapan impian dan doa kan terkabul....
Sang anak bertanya pada bintang - bintang
Anak - anak jalanan
Mereka hidup di gorong - gorong dan lorong - lorong gelap
Bergantung pada kekejaman nasib...
(Kata orang, anak adalah cerminan masa depan
Inikah masa depan Indonesia?)
Tanahnya kaya dan subur
Alamnya indah mengundang desahan
Budayanya mendengungkan kekaguman
Namanya terdengar sampai ke ujung bumi
"Sungguh subur negeri itu!"
"Rakyatnya pasti hidup makmur!"
"Rakyatnya pasti hidup sejahtera!"
Begitulah kata mereka.
Seharusnya.
Namun apa yang kulihat dengan mata
Semua hanya seperti bukti bisu
Atas derita jutaan anak jalanan Indonesia
Jutaan anak jalanan
Hidup mengemis dan mengais
Mencari makan untuk bapak, ibu, dan saudara
Berharap dapat pendidikan
Kapan impian dan doa kan terkabul....
Sang anak bertanya pada bintang - bintang
Anak - anak jalanan
Mereka hidup di gorong - gorong dan lorong - lorong gelap
Bergantung pada kekejaman nasib...
(Kata orang, anak adalah cerminan masa depan
Inikah masa depan Indonesia?)
Saturday, May 15, 2010
Kisah Cinta Tragis
Kisah cinta yang tragis itu banyak di dunia ini. Dan aku ingin membahas dua di antara mereka, karena kisah mereka memiliki kemiripan. Sebutlah saja, yang paling terkenal dan tetap dikenal sampai sekarang, Romeo and Juliet, karya Shakespeare. Dan, bagi yang membaca D.N.Angel, kisah Elliot dan Freedrett pada volume 6.
Mereka memiliki pola yang sama. Suatu hari mereka bertemu, lalu jatuh cinta. Suatu hari, salah seorang di antara mereka mati. Kemudian karena berduka, pasangannya bunuh diri. The End.
Aku terkadang bingung ketika menyaksikan atau membaca cerita - cerita di atas, yang kusebutkan tadi. Entah apakah yang mereka lakukan itu bodoh atau pintar.
Ambilah contoh kisah Romeo dan Juliet. Cinta Romeo dan Juliet tentu tak akan disetujui oleh kedua orang tua mereka, yang saling bermusuhan. Kemudian, ketika Juliet pura - pura meninggal, Romeo mengira dia benar - benar meniggal (wajar sih...) dan kemudian bunuh diri. Aku bertanya - tanya dalam hati. Seandainya pun jika Juliet benar - benar meninggal, kenapa Romeo harus bunuh diri? Mengapa ia tidak berjuang untuk hidup? Apakah ia sudah benar - benar kehilangan alasan untuk hidup? Bukankah keluarga dan sahabat - sahabatnya sendiri akan bersedih? Mengapa ia tidak memikirkan perasaan mereka?
Lalu, seandainya Romeo kemudian meninggal dan Juliet terbangun. Ia begitu bersedih. Begitu sedihnya sampai - sampai akhirnya ikut bunuh diri dengan Romeo. Bagiku, itu juga hal yang konyol, dengan alasan seperti di atas.
Namun, setelah merenungkan hal itu, aku berpikir. Tapi bukankah dengan kematian mereka, keluarga Montague dan Capulet berdamai? Apakah ini yang disebut sebuah pengorbanan? Tapi rasanya benar - benar menyedihkan bukan, kalau harus mengorbankan sebuah cinta yang ada di dunia untuk perdamaian?
Yah, aku membahas Romeo dan Juliet di sini, namun, pendapatku mengenai kisah Elliot dan Freedrett sama saja. Elliot sudah hidup kembali dengan nyawa pemberian Freedrett. Dengan kata lain, bila ia mati, sia - sia saja pengorbanan kekasihnya itu. Tapi begitu terbangun, dan mengetahui fakta itu, dia masih menusuk dirinya dengan pedang dan meninggal. Dasar bodoh!
Namun, meski aku berkata demikian, aku bisa mengerti sedikit mengapa mereka melakukannya. Ketika mencintai seseorang, kita tidak bisa hidup tanpa dirinya. Bagi kita dan mereka dalam kisah itu, pasangan mereka adalah nafas mereka, dan hidup mereka. Bila itu dicabut, alasan mereka untuk hidup sama saja dengan tiada. Hanya saja, akal sehatku tidak bisa menerima itu. Bagiku nonsense untuk bunuh diri karena cinta. Mengapa kita tidak mencoba menemukan alasan untuk "hidup" kembali?
Mereka memiliki pola yang sama. Suatu hari mereka bertemu, lalu jatuh cinta. Suatu hari, salah seorang di antara mereka mati. Kemudian karena berduka, pasangannya bunuh diri. The End.
Aku terkadang bingung ketika menyaksikan atau membaca cerita - cerita di atas, yang kusebutkan tadi. Entah apakah yang mereka lakukan itu bodoh atau pintar.
Ambilah contoh kisah Romeo dan Juliet. Cinta Romeo dan Juliet tentu tak akan disetujui oleh kedua orang tua mereka, yang saling bermusuhan. Kemudian, ketika Juliet pura - pura meninggal, Romeo mengira dia benar - benar meniggal (wajar sih...) dan kemudian bunuh diri. Aku bertanya - tanya dalam hati. Seandainya pun jika Juliet benar - benar meninggal, kenapa Romeo harus bunuh diri? Mengapa ia tidak berjuang untuk hidup? Apakah ia sudah benar - benar kehilangan alasan untuk hidup? Bukankah keluarga dan sahabat - sahabatnya sendiri akan bersedih? Mengapa ia tidak memikirkan perasaan mereka?
Lalu, seandainya Romeo kemudian meninggal dan Juliet terbangun. Ia begitu bersedih. Begitu sedihnya sampai - sampai akhirnya ikut bunuh diri dengan Romeo. Bagiku, itu juga hal yang konyol, dengan alasan seperti di atas.
Namun, setelah merenungkan hal itu, aku berpikir. Tapi bukankah dengan kematian mereka, keluarga Montague dan Capulet berdamai? Apakah ini yang disebut sebuah pengorbanan? Tapi rasanya benar - benar menyedihkan bukan, kalau harus mengorbankan sebuah cinta yang ada di dunia untuk perdamaian?
Yah, aku membahas Romeo dan Juliet di sini, namun, pendapatku mengenai kisah Elliot dan Freedrett sama saja. Elliot sudah hidup kembali dengan nyawa pemberian Freedrett. Dengan kata lain, bila ia mati, sia - sia saja pengorbanan kekasihnya itu. Tapi begitu terbangun, dan mengetahui fakta itu, dia masih menusuk dirinya dengan pedang dan meninggal. Dasar bodoh!
Namun, meski aku berkata demikian, aku bisa mengerti sedikit mengapa mereka melakukannya. Ketika mencintai seseorang, kita tidak bisa hidup tanpa dirinya. Bagi kita dan mereka dalam kisah itu, pasangan mereka adalah nafas mereka, dan hidup mereka. Bila itu dicabut, alasan mereka untuk hidup sama saja dengan tiada. Hanya saja, akal sehatku tidak bisa menerima itu. Bagiku nonsense untuk bunuh diri karena cinta. Mengapa kita tidak mencoba menemukan alasan untuk "hidup" kembali?
Saturday, May 8, 2010
Luka, Kehampaan, dan Kegelapan
Kasih...
Kau bagai pelita di dalam
kegelapan
Kau bagai bintang terang
di saat malam
Kau bagikan...
Yah, bagaikan nafasku, hidupku
Namun saat ini kau hilang
Kemana kau hilang?
Di mana kau berada?
Kasih...
Kini aku dalam kegelapan
Kini aku bagai beling
Yang menjadi kepingan - kepingan kecil
Hatiku seperti tertusuk jarum - jarum kecil
Memikirkanmu...
Kasih, kapankah ku dapat
bertemu denganmu kembali?
Kapankah aku dapat melihat dirimu,
mendengar suaramu
tenggelam dalam bola matamu
merasakan kehangatan dalam pelukanmu?
Setiap malam aku menangis
Membasahi bantal dan tempat tidur
Tiada hari tanpa aku memikirkanmu
Luka di hati ini kehilanganmu
Seperti...
Lubang menganga menghisap kehampaan.
Kasih...aku kini dalam kegelapan.
Kehilangan.
Nafas dan jiwaku seakan terbang
bersamamu.
Kini...aku bagai selongsong kosong.
Kau bagai pelita di dalam
kegelapan
Kau bagai bintang terang
di saat malam
Kau bagikan...
Yah, bagaikan nafasku, hidupku
Namun saat ini kau hilang
Kemana kau hilang?
Di mana kau berada?
Kasih...
Kini aku dalam kegelapan
Kini aku bagai beling
Yang menjadi kepingan - kepingan kecil
Hatiku seperti tertusuk jarum - jarum kecil
Memikirkanmu...
Kasih, kapankah ku dapat
bertemu denganmu kembali?
Kapankah aku dapat melihat dirimu,
mendengar suaramu
tenggelam dalam bola matamu
merasakan kehangatan dalam pelukanmu?
Setiap malam aku menangis
Membasahi bantal dan tempat tidur
Tiada hari tanpa aku memikirkanmu
Luka di hati ini kehilanganmu
Seperti...
Lubang menganga menghisap kehampaan.
Kasih...aku kini dalam kegelapan.
Kehilangan.
Nafas dan jiwaku seakan terbang
bersamamu.
Kini...aku bagai selongsong kosong.
Thursday, May 6, 2010
Suatu Pagi, Di Sekolah
Pagi hari
Langit biru
Bagai selimut
Seperti kebebasan abadi
Awan putih dan lembut
bak kapas dan kain sutra
Seperti apa rasanya?
Di atas kelembutan itu
Cahaya mentari
Mengintip di balik atap
Bersinar lembut
"Selamat Pagi!" katamu.
Angin pagi
Dingin, sejuk, lembut.
Membangunkan dedaunan
Menyapa wajahku yang dingin
Suara burung
Berciap - ciap bersuka cita
Pohon - pohon hijau
Daunnya bergoyang menari
Bersama angin
Lagu pujian berkumandang
Doa - doa yang dipanjatkan
Seruan syukur dan bahagia diserukan
"Tuhan, terimakasih atas pagi
yang indah dan cerah ini."
Langit biru
Bagai selimut
Seperti kebebasan abadi
Awan putih dan lembut
bak kapas dan kain sutra
Seperti apa rasanya?
Di atas kelembutan itu
Cahaya mentari
Mengintip di balik atap
Bersinar lembut
"Selamat Pagi!" katamu.
Angin pagi
Dingin, sejuk, lembut.
Membangunkan dedaunan
Menyapa wajahku yang dingin
Suara burung
Berciap - ciap bersuka cita
Pohon - pohon hijau
Daunnya bergoyang menari
Bersama angin
Lagu pujian berkumandang
Doa - doa yang dipanjatkan
Seruan syukur dan bahagia diserukan
"Tuhan, terimakasih atas pagi
yang indah dan cerah ini."
Kamarku, Istanaku
Bantalan empuk guling di kaki
Seprai merah Winnie the Pooh menghibur hati
Boneka - boneka semasa kecil yang masih menemani
Suara deru kipas angin
Anginnya membuat aku terkantuk - kantuk
Kamarku kamar istimewa
Disinilah aku dapat menghibur diri
Disinalah aku menyimpan harta
Disinilah aku beristirahat di malam hari
Disinilah aku bisa bermalas - malasan.
Kamarku tidak seperti kamar yang lain
Baju bekas bertumpuk di kursi
Televisi hitam kuno mati tak terpakai
Meja belajar penuh barang - barang
Ya, kata orang kamarku kapal pecah.
Namun siapa yang peduli?
Hei! Kamarku istanaku
Disinilah aku akan mendapat privasi
Disinilah aku menyimpan rahasia
Disinilah aku memikirkan beragam hal.
(Di kamar, sore hari)
Seprai merah Winnie the Pooh menghibur hati
Boneka - boneka semasa kecil yang masih menemani
Suara deru kipas angin
Anginnya membuat aku terkantuk - kantuk
Kamarku kamar istimewa
Disinilah aku dapat menghibur diri
Disinalah aku menyimpan harta
Disinilah aku beristirahat di malam hari
Disinilah aku bisa bermalas - malasan.
Kamarku tidak seperti kamar yang lain
Baju bekas bertumpuk di kursi
Televisi hitam kuno mati tak terpakai
Meja belajar penuh barang - barang
Ya, kata orang kamarku kapal pecah.
Namun siapa yang peduli?
Hei! Kamarku istanaku
Disinilah aku akan mendapat privasi
Disinilah aku menyimpan rahasia
Disinilah aku memikirkan beragam hal.
(Di kamar, sore hari)
Wednesday, May 5, 2010
Hidupku itu...
Hidupku ini memang penuh kejutan
Sekolahku
Guru - guru galak dan bawel
Yang mau tahu dan ikut campur melulu
Yang baik hati dan yang tak berbelas
Yang keras kepala dan tegas
Yang aneh dan gila
Kelasku
Yang selalu penuh kebisingan
Jeritan melengking dan gebrakan meja
Teriakan marah - marah dan tawa gembira
Nyanyian sumbang dan manusia berkejar - kejaran
Yang "aneh dan gila" ada semua.
Keluargaku
Ayahku yang gendut namun baik hati
Ibuku yang gaptek, galak, dan berisik namun seperti ibu peri
Kakakku seniman calon sutradara yang kubanggakan
Juga bonekaku tersayang sejak kecil dulu
Dan buku - buku di kamarku yang menemani aku
Sahabat - sahabatku
Yang kocak dan pelit
Yang pintar dan keras kepala
Yang gila, lebay, dan alay
Ha! Yah, aku banggakan mereka!
Hei! dan aku sendiri!
Yang kata orang aneh dan lebay
Yang kusebut pemalas dan kutu buku
Yang cantik di luar namun "gila" di dalam
Narsis? Yah, mungkin!
Karena aku cinta diriku sendiri.
Hidupku memang penuh kejutan!
Sekolahku
Guru - guru galak dan bawel
Yang mau tahu dan ikut campur melulu
Yang baik hati dan yang tak berbelas
Yang keras kepala dan tegas
Yang aneh dan gila
Kelasku
Yang selalu penuh kebisingan
Jeritan melengking dan gebrakan meja
Teriakan marah - marah dan tawa gembira
Nyanyian sumbang dan manusia berkejar - kejaran
Yang "aneh dan gila" ada semua.
Keluargaku
Ayahku yang gendut namun baik hati
Ibuku yang gaptek, galak, dan berisik namun seperti ibu peri
Kakakku seniman calon sutradara yang kubanggakan
Juga bonekaku tersayang sejak kecil dulu
Dan buku - buku di kamarku yang menemani aku
Sahabat - sahabatku
Yang kocak dan pelit
Yang pintar dan keras kepala
Yang gila, lebay, dan alay
Ha! Yah, aku banggakan mereka!
Hei! dan aku sendiri!
Yang kata orang aneh dan lebay
Yang kusebut pemalas dan kutu buku
Yang cantik di luar namun "gila" di dalam
Narsis? Yah, mungkin!
Karena aku cinta diriku sendiri.
Hidupku memang penuh kejutan!
Untuk Sahabatku....
Hei...untukmu yang kusayangi
kutulis ini untukmu,
Sahabat terbaikku.
Kau yang menemani aku dalam kesendirian
Memberi warna baru dalam hidupku
Menopangku ketika aku terluka
Tertawa bersamaku saat gembira
Sungguh, sahabat.
Tak kutahu, apa yang akan terjadi
Jika kau tak ada di sisiku
Diriku yang rapuh ini?
Terima kasih sahabat...
Sungguh, kau adalah penopangku.
Kini, akan kutopang dirimu
Ketika kau tertunduk dalam kehampaan
Jangan menangis, jangan bersedih...
(Tuhan, terima kasih kar'na Kau berikan
Sahabat yang begitu baik untukku)
kutulis ini untukmu,
Sahabat terbaikku.
Kau yang menemani aku dalam kesendirian
Memberi warna baru dalam hidupku
Menopangku ketika aku terluka
Tertawa bersamaku saat gembira
Sungguh, sahabat.
Tak kutahu, apa yang akan terjadi
Jika kau tak ada di sisiku
Diriku yang rapuh ini?
Terima kasih sahabat...
Sungguh, kau adalah penopangku.
Kini, akan kutopang dirimu
Ketika kau tertunduk dalam kehampaan
Jangan menangis, jangan bersedih...
(Tuhan, terima kasih kar'na Kau berikan
Sahabat yang begitu baik untukku)
Sajak Cinta
Debar - debar ini
Perasaan manis di hati
Rasa nyeri ini
Rasa sakit di hati
Wajahmu membayangi mimpi
Setiap kata dan emosi
Aih. Sudah gilakah aku?
Rasanya tidak seperti dulu
Hasrat ini. Untuk menggenggam tanganmu.
Untuk bersamamu. Untuk memilikimu. Normalkah ini?
Entah. Aku tak tahu
Belum pernah aku merasakan ini.
Hei, aku tak tahu kapan aku merasakannya.
Aku tak tahu bagaimana harus kuungkapkan perasaan ini...padamu.
Maka kutuangkan dalam sajak cinta ini
Untukmu, yang ingin kucintai.
Untukmu, yang kuharap membalasnya.
Untukmu, kasih.
Perasaan manis di hati
Rasa nyeri ini
Rasa sakit di hati
Wajahmu membayangi mimpi
Setiap kata dan emosi
Aih. Sudah gilakah aku?
Rasanya tidak seperti dulu
Hasrat ini. Untuk menggenggam tanganmu.
Untuk bersamamu. Untuk memilikimu. Normalkah ini?
Entah. Aku tak tahu
Belum pernah aku merasakan ini.
Hei, aku tak tahu kapan aku merasakannya.
Aku tak tahu bagaimana harus kuungkapkan perasaan ini...padamu.
Maka kutuangkan dalam sajak cinta ini
Untukmu, yang ingin kucintai.
Untukmu, yang kuharap membalasnya.
Untukmu, kasih.
Thursday, April 29, 2010
Koreksi!!!
Kayaknya, gw dulu pernah nulis kalo gw ingin jadi penulis. Nah, itu gw koreksi!! Gw ingin jadi pengarang, bung! Apa bedanya? Lu mungkin nanya. Tapi pengarang dan penulis beda....guru bi gw yg bilang gitu. Penulis itu garapannya ke arah artikel, makalah, dll. Sementara pengarang garapannya cerpen, novel, puisi, dll.
Jadi, kali ini gw koreksi, setelah tau... Gw ingin jadi pengarang. Bukan penulis. Yeah!!! Meski katanya sih, penulis bisa jalanin profesi jadi pengarang dan sebaliknya....Yah, gak peduli dah....saat ini, gw cuma mau jadi pengarang aja...
Jadi, kali ini gw koreksi, setelah tau... Gw ingin jadi pengarang. Bukan penulis. Yeah!!! Meski katanya sih, penulis bisa jalanin profesi jadi pengarang dan sebaliknya....Yah, gak peduli dah....saat ini, gw cuma mau jadi pengarang aja...
Percakapan 5 Menit Yang Lalu
Gue: Eh, kayaknya orang Indo tuh selalu menghormati gue ya.
Temen: Kenapa?
Gue: Abisnya koin 3 generasi (sampe sekarang), meski kualitasnya udah berkurang, masih pasang bunga melati. Hehe.. (baca: nama gw Gabriela Melati...:p)
Temen: Kalo gitu orang Malaysia juga sangat menghormati gue dong. Abisnya ulang tahun gue selalu dirayain sama satu negara.
Gue: Hah?
Temen: Iya.. ultah gue kan pas hari nasional Malaysia.
Temen: Kenapa?
Gue: Abisnya koin 3 generasi (sampe sekarang), meski kualitasnya udah berkurang, masih pasang bunga melati. Hehe.. (baca: nama gw Gabriela Melati...:p)
Temen: Kalo gitu orang Malaysia juga sangat menghormati gue dong. Abisnya ulang tahun gue selalu dirayain sama satu negara.
Gue: Hah?
Temen: Iya.. ultah gue kan pas hari nasional Malaysia.
Thursday, April 22, 2010
Mimpi Indah
Dalam tidur aku memimpikanmu
Mimpi indah yang kuharap abadi
Dalam khayalanku kau ada di sisiku
Memberiku petualangan - petualangan asing penuh fantasi
Sering aku berharap kau nyata
Sering aku berharap itu bukan hanya mimpi dan khayalan
Namun ketika aku tersadar
Aku tahu semua hanyalah ingkaran yang semu
Mungkin memang kau terlalu indah bukan?
Untuk menjadi sebuah kenyataan
Ah. Kenyataan. Realitas. Mengapa lebih sering menyakitkan
Daripada mimpi - mimpi dalam tidurku?
Terkadang aku bimbang untuk memilih kembali pada kenyataan
Meski kutahu itu tak mungkin....atau mungkinkah?
Mimpi indah yang kuharap abadi
Dalam khayalanku kau ada di sisiku
Memberiku petualangan - petualangan asing penuh fantasi
Sering aku berharap kau nyata
Sering aku berharap itu bukan hanya mimpi dan khayalan
Namun ketika aku tersadar
Aku tahu semua hanyalah ingkaran yang semu
Mungkin memang kau terlalu indah bukan?
Untuk menjadi sebuah kenyataan
Ah. Kenyataan. Realitas. Mengapa lebih sering menyakitkan
Daripada mimpi - mimpi dalam tidurku?
Terkadang aku bimbang untuk memilih kembali pada kenyataan
Meski kutahu itu tak mungkin....atau mungkinkah?
Petualangan Hidup
Hidup seperti sebuah petualangan
Kemarin adalah pelajaran
Esok hari adalah sebuah misteri
Hidup seperti sebuah petualangan
Kitalah sang tokoh utama
seorang ksatria gagah berani menyelamatkan sang putri
Hidup seperti sebuah petualangan
Kita seperti seorang ksatria
Melawan berbagai bencana dan cobaan
Mengikuti arus waktu dan takdir membawaku.
Terkadang aku menang, terkadang aku kalah
Namun tekad menyuruhku untuk bangkit
"Bukankah kau harus menyelamatkan Sang Putri?"
"Bukankah kau harus mendapatkan bintang ajaib untuk menyembuhkan Sang Ratu?"
"Bukankah kau adalah sang ksatria raja?"
"Bangkitlah, kawan! Tak bisa kau mati di sini! Jangan kau mati saat ini!
Hanya raja yang boleh mencabut nyawamu!"
Hidup seperti sebuah petualangan
Ketika kau berhenti, maka itulah akhirmu
Ketika kau terus berjalan, berbagai tantangan akan kau hadapi
Terkadang aku lelah dengan semua itu
Terkadang aku bosan dengan segalanya
Namun hatiku memerintahkan aku untuk tak berhenti
Karena bintang yang melegenda itu belum kugapai......
Suatu saat nanti mungkin
Ketika roda waktu telah berputar jauh
Bintang itu telah kugapai
Sang putri telah kuselamatkan
Sang Ratu telah kusembuhkan
Dan tugas Sang Raja telah kulaksanakan
Kemarin adalah pelajaran
Esok hari adalah sebuah misteri
Hidup seperti sebuah petualangan
Kitalah sang tokoh utama
seorang ksatria gagah berani menyelamatkan sang putri
Hidup seperti sebuah petualangan
Kita seperti seorang ksatria
Melawan berbagai bencana dan cobaan
Mengikuti arus waktu dan takdir membawaku.
Terkadang aku menang, terkadang aku kalah
Namun tekad menyuruhku untuk bangkit
"Bukankah kau harus menyelamatkan Sang Putri?"
"Bukankah kau harus mendapatkan bintang ajaib untuk menyembuhkan Sang Ratu?"
"Bukankah kau adalah sang ksatria raja?"
"Bangkitlah, kawan! Tak bisa kau mati di sini! Jangan kau mati saat ini!
Hanya raja yang boleh mencabut nyawamu!"
Hidup seperti sebuah petualangan
Ketika kau berhenti, maka itulah akhirmu
Ketika kau terus berjalan, berbagai tantangan akan kau hadapi
Terkadang aku lelah dengan semua itu
Terkadang aku bosan dengan segalanya
Namun hatiku memerintahkan aku untuk tak berhenti
Karena bintang yang melegenda itu belum kugapai......
Suatu saat nanti mungkin
Ketika roda waktu telah berputar jauh
Bintang itu telah kugapai
Sang putri telah kuselamatkan
Sang Ratu telah kusembuhkan
Dan tugas Sang Raja telah kulaksanakan
Tuesday, April 20, 2010
Terbalik?
Aku tak tahu
Mungkinkah karena ini dunia yang telah menua?
Mungkinkah karena dunia yang bertambah gila?
Ataukah hanya manusia?
Namun memang sepertinya
Dunia sudah terbalik?
Ataukah aku hanya berdiri di tempat yang salah?
Ataukah orang lain?
Yang mana yang benar?
Yang mana yang salah?
Semua hanya seperti Mr. Twits dan Mrs. Twits
yang tak tahu atas dan bawah
dikerjai oleh Muggle-Wump dan Roly-Poly
Apakah dunia ini adalah "kenyataan"
ataukah hanya mimpi belaka?
Apakah kebenaran telah dibalik menjadi kejahatan
dan sebaliknya?
Bingung!
Mungkinkah karena ini dunia yang telah menua?
Mungkinkah karena dunia yang bertambah gila?
Ataukah hanya manusia?
Namun memang sepertinya
Dunia sudah terbalik?
Ataukah aku hanya berdiri di tempat yang salah?
Ataukah orang lain?
Yang mana yang benar?
Yang mana yang salah?
Semua hanya seperti Mr. Twits dan Mrs. Twits
yang tak tahu atas dan bawah
dikerjai oleh Muggle-Wump dan Roly-Poly
Apakah dunia ini adalah "kenyataan"
ataukah hanya mimpi belaka?
Apakah kebenaran telah dibalik menjadi kejahatan
dan sebaliknya?
Bingung!
Saturday, April 17, 2010
Anger
Lidahku gatal ingin mengumpat
Ingin kemarahanku kuumbar
Tapi bolehkah?
Seperti lava gunung berapi yang hampir meledak!
Kalau marahku kumuntahkan
Tak apakah?
Tapi aku takut kalau
kata - kataku nanti menyakiti
bingung....
....
AH! SUDAHLAH!
AKAN KUMUNTAHKAN KEMARAHANKU!
KEJENGKELANKU!
MANUSIA - MANUSIA TAK TAHU DIRI
SIAPA DIKIRANYA DIRINYA!
HANYA COMBERAN BAU TAK BERGUNA
SAMPAH MASYARAKAT
TERJUNLAH KE LUBANG NERAKA KENGERIAN
YANG TERDALAM!
Ingin kemarahanku kuumbar
Tapi bolehkah?
Seperti lava gunung berapi yang hampir meledak!
Kalau marahku kumuntahkan
Tak apakah?
Tapi aku takut kalau
kata - kataku nanti menyakiti
bingung....
....
AH! SUDAHLAH!
AKAN KUMUNTAHKAN KEMARAHANKU!
KEJENGKELANKU!
MANUSIA - MANUSIA TAK TAHU DIRI
SIAPA DIKIRANYA DIRINYA!
HANYA COMBERAN BAU TAK BERGUNA
SAMPAH MASYARAKAT
TERJUNLAH KE LUBANG NERAKA KENGERIAN
YANG TERDALAM!
Friday, April 16, 2010
Rapuh
Aku ini rapuh
Seperti kaca yang bening
hanya tampak apa yang terlihat
Pikiranku, jiwaku.
Rapuh.
Seakan tak punya pendirian, iman.
Begitu mudah digoncagkan
oleh media massa
Begitu mudah tergoda
Oleh iblis - iblis yang meranggaskan nurani.
Itukah manusia?
Salahkah itu?
Ataukah hanya aku yang demikian?
Seperti kaca yang bening
hanya tampak apa yang terlihat
Pikiranku, jiwaku.
Rapuh.
Seakan tak punya pendirian, iman.
Begitu mudah digoncagkan
oleh media massa
Begitu mudah tergoda
Oleh iblis - iblis yang meranggaskan nurani.
Itukah manusia?
Salahkah itu?
Ataukah hanya aku yang demikian?
Tuesday, April 13, 2010
Kebiasaan Bahasa Baku
Hmm....bagi yang pernah baca blog gw, sadar gak sih, kalo gw punya kebiasaan buat ngerubah gaya tulis gw jadi baku?
Nah. Gw sendiri gak tau kenapa bisa begini. Gw rasa, kebiasaan ini mungkin gw dapet karena gw merasa kalo yang namanya bahasa baku itu sesuatu yang keren (nah lho! udah mulai baku nih...).
Causes? Gaje... Even I don't know why.
Gw juga punya kecurigaan kalo ini semua gara2 keseringan baca buku - buku terjemahan yang nggak ada bahasa gaulnya. Ato mungkin bahasa - bahasa 'sastra' (tau kan maksudnya?) yang sering banget gw plototin sejak SMP.
Tapi, gw juga curiga kalo ini gara - gara guru bahasa indonesia gw, yang keseringan pake yang baku - baku. Jadinya nular ke gw. Mana yang bener yah?
REVENGE :D
Hmm...temen gw pernah ngetawain hal ini (tuh kan, nyaris gw pake kata mentertawakan). Katanya, bahasa baku gw uda nular ke temen gw yg satu lagi, namanya Lupita. Gw mah ketawa aja. Toh, Lupita temen gw ini nularin latahnya ke gw, jadinya tiap ada yang ngagetin pasti bikin gw latah. :p
Jadi bingung. Kebiasaan ngomong bahasa baku jelek nggak ya? apa itu bikin apa yg tulis jadi aneh ato jelek? -______-
Ahhh....abis susah payah bisa deh, ngurangin bakunya... hehehehehe. :D
Nah. Gw sendiri gak tau kenapa bisa begini. Gw rasa, kebiasaan ini mungkin gw dapet karena gw merasa kalo yang namanya bahasa baku itu sesuatu yang keren (nah lho! udah mulai baku nih...).
Causes? Gaje... Even I don't know why.
Gw juga punya kecurigaan kalo ini semua gara2 keseringan baca buku - buku terjemahan yang nggak ada bahasa gaulnya. Ato mungkin bahasa - bahasa 'sastra' (tau kan maksudnya?) yang sering banget gw plototin sejak SMP.
Tapi, gw juga curiga kalo ini gara - gara guru bahasa indonesia gw, yang keseringan pake yang baku - baku. Jadinya nular ke gw. Mana yang bener yah?
REVENGE :D
Hmm...temen gw pernah ngetawain hal ini (tuh kan, nyaris gw pake kata mentertawakan). Katanya, bahasa baku gw uda nular ke temen gw yg satu lagi, namanya Lupita. Gw mah ketawa aja. Toh, Lupita temen gw ini nularin latahnya ke gw, jadinya tiap ada yang ngagetin pasti bikin gw latah. :p
Jadi bingung. Kebiasaan ngomong bahasa baku jelek nggak ya? apa itu bikin apa yg tulis jadi aneh ato jelek? -______-
Ahhh....abis susah payah bisa deh, ngurangin bakunya... hehehehehe. :D
Friday, April 9, 2010
Wakakakakak....uda lama ga nulis di blog sini.... XD
iseng deh...
so...a new life, in new grade (ha? uda lewat setaon...bentar lagi juga naik kelas. UN aja uda lewat).
Ga kerasa, waktu berjalan...sekarang uda di SMA kelas X. Meski di smester dua dengan nilai ancur - ancuran sih...Apa ada perubahan? Gue rasa pasti ada. Tapi kalo ditanya apa...wah, apa ya??
Nah...enaknya gw nulis apa ya? >____< -thinking hard-
Gw masih ingin jadi penulis. Nekad ya? Padahal kemampuan nulis gw aja biasa - biasa. Nulis cerpen nggak bisa, tapi gw tetep pingin jadi penulis. Alasan? Karena Bahasa Indonesia adalah satu - satunya pelajaran yang bisa gw lakukan dengan baik. Kayaknya naif ya? Padahal pelajaran yang paling dikuasai belum tentu bisa jadi profesi. Tapi buat gw, nulis itu menyenangkan dan asik. Tempat buat mencurahkan pikiran, hati, dan emosi gw yang terdalam... (duh. moga2 gak terlalu norak gara2 kata2 yang terlalu puitis gini)
Nah...pertengahan Mei gw bakal ulangan umum. Naik kelas...kalo bisa. Bisa nggak ya? dengan nilai 6 merah. Padahal gw mau masuk IPS, tapi nilai ekonomi dan geografi gw rusak berat. Hahaha. Moga2 bisa.... Ganbate!!(for myself)
Actually, gw sedikit rindu sama masa SMP gw...my very best friend, Jessica, has gone away to other school. Nantinya, dia bakal pergi ke luar negri... Ah....I'm gonna miss her!!!!
Tapi gitu2 juga gw seneng di SMA gw, karena gw bisa punya lebih banyak teman. Dan jujur, gw bisa lebih banyak bicara dibanding sebelumnya. TAPI bukan berarti gw melupakan buku - buku....no. Until now and forever, gw tetep cinta buku.
Well....ucapan salam kembali segitu dulu deh...
iseng deh...
so...a new life, in new grade (ha? uda lewat setaon...bentar lagi juga naik kelas. UN aja uda lewat).
Ga kerasa, waktu berjalan...sekarang uda di SMA kelas X. Meski di smester dua dengan nilai ancur - ancuran sih...Apa ada perubahan? Gue rasa pasti ada. Tapi kalo ditanya apa...wah, apa ya??
Nah...enaknya gw nulis apa ya? >____< -thinking hard-
Gw masih ingin jadi penulis. Nekad ya? Padahal kemampuan nulis gw aja biasa - biasa. Nulis cerpen nggak bisa, tapi gw tetep pingin jadi penulis. Alasan? Karena Bahasa Indonesia adalah satu - satunya pelajaran yang bisa gw lakukan dengan baik. Kayaknya naif ya? Padahal pelajaran yang paling dikuasai belum tentu bisa jadi profesi. Tapi buat gw, nulis itu menyenangkan dan asik. Tempat buat mencurahkan pikiran, hati, dan emosi gw yang terdalam... (duh. moga2 gak terlalu norak gara2 kata2 yang terlalu puitis gini)
Nah...pertengahan Mei gw bakal ulangan umum. Naik kelas...kalo bisa. Bisa nggak ya? dengan nilai 6 merah. Padahal gw mau masuk IPS, tapi nilai ekonomi dan geografi gw rusak berat. Hahaha. Moga2 bisa.... Ganbate!!(for myself)
Actually, gw sedikit rindu sama masa SMP gw...my very best friend, Jessica, has gone away to other school. Nantinya, dia bakal pergi ke luar negri... Ah....I'm gonna miss her!!!!
Tapi gitu2 juga gw seneng di SMA gw, karena gw bisa punya lebih banyak teman. Dan jujur, gw bisa lebih banyak bicara dibanding sebelumnya. TAPI bukan berarti gw melupakan buku - buku....no. Until now and forever, gw tetep cinta buku.
Well....ucapan salam kembali segitu dulu deh...
Sayonara
Dan waktu pun berjalan....
semua berubah
ataukah hanya aku?
Semua datang dan pergi
kini, kita berpisah jalan
kini, kau jauh dariku dan tanah air
Kapan kita akan bertemu lagi?
Haruskah kuucapkan "Selamat tinggal"
atau "sampai jumpa lagi?"
(this poem was made for my friend, Mario...)
semua berubah
ataukah hanya aku?
Semua datang dan pergi
kini, kita berpisah jalan
kini, kau jauh dariku dan tanah air
Kapan kita akan bertemu lagi?
Haruskah kuucapkan "Selamat tinggal"
atau "sampai jumpa lagi?"
(this poem was made for my friend, Mario...)
Subscribe to:
Comments (Atom)
