Thursday, October 23, 2008

Kota Jakarta

Jakarta,
kota metropolitan dan ibukota
tanah air kita tercinta,Indonesia

Siang hari penuh orang lalu lalang
mobil dan motor berebutan jalan
Asap polusi mengawang

Malam hari penuh gemerlapan
lampu-lampu jalan di nyalakan
langit gelap tanpa bintang

Kusapa sang langit yang mendung,
"Hai, hujan! sudah lama tak bersua!
Dinginkanlah kota Jakarta yang panas tiada tara!"

(Oktober 2008 oleh CloverCookies)

Ini puisi yang kuilhami dari Jakarta yang panas ini. Saking banyaknya polusi di Jakarta ini, aku selalu kepanasan sepulang sekolah. Saat aku berangkat sekolah, mobil-mobil itu mengeluarkan polusi yang membuatku batuk-batuk. Aku paling jengkel saat ada truk yang lewat. Soalnya kadar polusinya lebih tinggi lagi. Apalagi mobil dan motor itu berebutan dan asal menyerobot. Satu hal yang kupikirkan: "Beri jalan, dong, sama anak-anak! Menyebalkan. Dasar pembuang polusi. Apa Jakarta belum cukup panas sampai harus dipanaskan dengan polusi?" Dan sekarang, setelah hujan turun, aku sangat senang. Soalnya saat hujan udaranya jadi sejuk, bukan panasnya polusi....

Aku jadi berpikir. Saat ini, Sudah banyak orang-orang peduli lingkungan berusaha menghijaukan Dunia. Tapi hanya sedikit yang tidak peduli. Apakah tidak ada orang di Jakarta ini yang peduli dengan lingkungan? Tentu saja ini bukan hanya mengacu pada warga Jakarta, tapi juga aku sendiri. Bisakah Jakarta kita selamatkan dari ancaman Global Warming? Maksudku, sebelum keadaan menjadi lebih parah? Banyak sekali, soalnya yang tidak peduli tnetang keselamatan lingkungan.

Aku sangat khawatir kalau suatu saat nanti kejadian di mana bulan terbelah dan bumi kiamat di film The Time Machine(1998) dari karya H.G. Wells itu akan menjadi kenyataan. Gara-gara Global Warming. Dan contoh kecilnya Jakarta. Tentu saja, Jakarta itu termasuk salah satu dari 5 besar kota berpolusi di dunia, kan?

No comments: