Tuesday, January 20, 2009

Krisis Energi di Indonesia

Langsung to the the point aja...

Sekarang ini, harga-harga BBM naik, dan solar-solar berkurang; padahal ada banyak orang yang membutuhkan semua ini. Presiden SBY aja berkata, kalau keadaan begini terus, persediaan minyak di Indonesia hanya akan bertahan 18 tahun ke depan, gas 60 tahun, dan batu bara 150 tahun.

Sebetulnya sih, menghemat energi nggak susah , tapi niatnya adalah yang terpenting. Di Indonesia ini tuh ada milyaran orang hidup di sini. Kalau berlangsung terus, bagaimana nasib orang-orang yang tidak bersalah?

Banyak sekali orang yang kurang peduli dengan masalah ini, dari tua sampai muda. Mereka hanya memikirkan apa yang akan menguntungkan mereka sekarang. Mereka tidak berpikir unutk ke depannya. Yang penting, saat ini mereka untung, enak, nyaman, senang.

Memang, konsumsi energi pada zaman ini memang sangat besar. Konsumsi listrik di Indonesia bahkan semakin meningkat pada satu dekade ini, dengan adanya acara-acara TV; pemakaian lampu yang berlebihan, dan lain-lainnya. Tapi bukan terus diboros-borosin kan? Belum lagi ada juga sekolah-sekolah yang masih membuang-buang energi, seperti pemakaian AC dan lampu toilet pada siang hari. Kemuadian, pemakaian listrik di rumah yang seringkali mubazir.

Seperti yang aku bilang tadi, menghemat energi itu tidak sulit, yang penting niatnya, dan kepeduliannya terhadap nasib SDM tanah air kita. Kita bisa memulainnya dengan, misalnya, mengurangi pemakaian pendingin ruangan di rumah. Atau mematikan listrik di rumah saat sedang tidak terpakai. Selain bisa menyelamatkan krisis energi di Indonesia, juga bisa mencegah berkurangnya O3 di bumi.

No comments: