Friday, July 30, 2010

Love VS Money?

Kalau ditanya:
"Mana yang kamu pilih: nikah dengan pasangan yang licik dan bodoh tapi kaya, atau pasangan yang jujur dan pandai tapi miskin?"

Mana yang bakal kamu pilih?

Mungkin ini bukan masalah yang mudah untuk dipecahkan ya? Namun beberapa orang menjawab, "tentu aja yang pertama!" dan yang lainnya "Tentu aja yang kedua!"

Atas alasan apa sih?

Untuk yang pertama, mungkin alasannya:
Kalau kita pilih yang kaya, enak hidupnya. Nggak perlu luntang - lantung. Hidup nyaman, mobil ada, nggak kelaparan, nggak perlu banting tulang, bisa keluar negeri, de el el.
Sementara kalau kita pilih yang kedua, emang cinta bisa beli apaan? Bisa beli beras, bisa ngasih makan keluarga? Bisa beliin baju buat anak - anak? Bisa nyekolahin mereka? Nggak lah! Money is everything.

Nah, mungkin ya.... jawaban mereka begitu.

Benar, uang adalah segalanya. Nggak ada uang, kita bakal hidup luntang lantung. Nggak bisa beli nasi, nggak bisa beli baju, dan mungkin juga nggak bisa punya rumah. Kebutuhan primer nggak akan bisa terpenuhi. Dan realitasnya, kalo di jalan ketangkep razia polisi, cukuplah berikan Rp 50.000,- atau (kalau si korban adalah orang rendah hati) Rp100.000,-  Tada! Si polisi melepaskan kita. Kita aman, dan bisa melanjutkan perjalanan  kita.

Rp 100.000,- is not a big deal buat orang kaya, tapi masalah buat yang sebaliknya. Dengan Rp 100.000,- kita nggak akan bisa have fun di mal - mal besar di kota manapun. Contohnya, kalau kamu jalan - jalan di PIM dengan teman - teman. Bisa beli apa sih, Rp 100.000,-? Palingan 1 tiket bioskop Rp 35.000,- ; Popcorn Rp 15.000,- ; Makan di KFC Rp 20.000,- ; Komik di Gramed Rp 27.000,- (buat nakayoshi) atau 16.000,- (buat komik biasa).

Dan voila! Amblas lah, duit lo! Boke, boke dah lu! Kalo buat orang kaya mah, it's not a problem! Tapi kalau orang miskin, that's a BIG problem.

So, as we can see, money is everything. But still, bukan berarti kehidupan serba material adalah segalanya. Karena kalau uang udah jadi tuhan kita, percayalah, hidup kita bakal kacau balau!

Gw bukan seorang scientist yang uda ngadain penelitian, tapi gw tau, dan gw yakin. Pernikahan yang tanpa fondasi cinta di antara kedua pasangan gak akan bertahan lama. Atau paling banter, jadi keluarga broken home.

Mungkin benar ya, cinta memang gak bisa diukur secara kuantitas. Dengan cinta, gak akan bisa ngasih makan keluarga. Mau nggak mau, kita mesti menerima realitas itu. Tapi seperti kita tahu, kebutuhan manusia bukan cuma materialistis semata. Kita butuh kasih sayang, karena itulah yang membuat kita lebih "manusiawi".

Cinta melahirkan kepercayaan, cinta adalah motivasi seseorang untuk membahagiakan pasangannya. Cinta adalah dasarnya. Bokap gw bisa terus berjalan seperti ini karena dia mencintai keluarganya. Jadi, meski keluarga gw gak kaya, it's OK.

Besides, buat kalian semua yang beragama kristen/katolik, bukannya cuma diizinkan untuk menikah satu kali saja? Satu kali, dengan orang yang kalian ingin bahagiakan hidupnya? Pernikahan adalah penyatuan 2 insan yang saling mencintai. Kalau itu dinodai oleh sesuatu yang "all is about money", rasanya akan benar - benar hopeless, dan gw justru akan pitying yang semacem itu, daripada orang yang menikah didasari oleh cinta.

Menurut gw, justru karena cinta bisa mendorong seseorang melakukan amazing things itulah, yang membuat cinta adalah sesuatu yang berharga. Membuat kita seenggaknya lebih manusiawi. Without love, this world is hopeless, believe me. No trust. No united. No peace. There will only be greed and gluttnous, and war.

Jadi, mana yang bakal kalian pilih?
Love or Money?

No comments: